Home Berita Internasional Rusia Tegaskan Tak Ada Risiko Wabah Usai Kematian Pekerja Laboratorium Siberia

Rusia Tegaskan Tak Ada Risiko Wabah Usai Kematian Pekerja Laboratorium Siberia

Sumbawanews.com,- Pemerintah Rusia menegaskan tidak ada risiko penyebaran wabah setelah seorang pekerja perempuan di Institut Penelitian Antipes Irkutsk meninggal dunia pada 7 Oktober 2026. Badan Pengawas Kesehatan Rusia, Rospotrebnadzor, menyatakan pemantauan terhadap lebih dari 90 persen orang yang pernah berkontak dengan korban telah selesai, dan tidak ditemukan tanda penyakit menular maupun mikroorganisme berbahaya dari hampir 5.000 pemeriksaan laboratorium.

Meski demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta informasi lebih transparan dari Moskow untuk menilai risiko kesehatan masyarakat secara akurat. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menekankan pentingnya pertukaran data yang lengkap sesuai Peraturan Kesehatan Internasional, sementara ahli WHO Maria Van Kerkhove menanyakan detail pemeriksaan yang dilakukan, jenis mikroorganisme yang diuji, dan penyebab pasti kematian jika bukan pes paru.

Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump juga mendesak Rusia memberikan penjelasan lebih rinci. Trump menyatakan AS tidak meyakini kematian itu akibat paparan senjata biologis, dan menilai situasi di laboratorium berada dalam kendali. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menambahkan bahwa Rusia seharusnya lebih terbuka, mengingat informasi yang tersedia masih terbatas.

Kremlin membantah ada kegagalan dalam pelaporan dan menyatakan telah memenuhi kewajiban internasional. Sementara itu, otoritas Rusia telah menghentikan langkah pencegahan di Irkutsk dan menegaskan tidak ada kasus pes yang tercatat di wilayah tersebut.

Previous articleHuawei Rilis WATCH GT 7 Series di Indonesia dengan Harga Mulai Rp3,9 Juta
Next articlePolitikus Gerindra Bahtra Banong Ditunjuk Jadi Ketua Panja RUU Pemilu