Sumbawanews.com,- Sedikitnya tiga siswa tewas dan delapan lainnya terluka dalam insiden penembakan di Banga National High School, Provinsi South Cotabato, Mindanao, Filipina, pada Jumat, 18 September 2026, pukul 13.00 waktu setempat. Kejadian itu terjadi di tengah hari sekolah, saat para siswa sedang beraktivitas di dalam kampus. Wali Kota Banga Albert Palencia mengonfirmasi bahwa ketiga korban meninggal setelah dilarikan ke rumah sakit, sementara satu dari mereka diduga merupakan pelaku yang menembak dirinya sendiri. Menurut laporan awal kepolisian dan video yang diverifikasi AFP, ada dua pelaku yang berasal dari luar sekolah.
Delapan siswa yang terluka menjalani perawatan di South Cotabato Provincial Hospital di Koronadal. Dalam video yang beredar, seorang pria terlihat menggendong seorang anak terluka keluar dari gedung sekolah sebelum membawanya ke sepeda motor yang sudah menunggu. Gubernur South Cotabato Reynaldo Tamayo menegaskan bahwa situasi kini sudah stabil dan insiden telah terkendali, sambil menyatakan kejadian itu tak pernah disangka akan terjadi.
Sebagai respons darurat, Wali Kota Banga Albert Palencia menghentikan semua kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah negeri dan swasta di wilayahnya hingga Senin, 21 September 2026. Kebijakan serupa diterapkan pula di Kota Surallah, yang berdekatan dengan Banga, atas perintah Wali Kota Pedro Matinong Jr. Insiden ini menjadi penembakan mematikan ketiga di lingkungan sekolah Filipina sejak Juni, meski kejadian semacam itu masih tergolong jarang terjadi di negara tersebut.















