Sumbawanews.com,- Manchester United kalah dramatis 2-3 dari Brighton and Hove Albion pada babak pertama Carabao Cup, Kamis (17/9) dini hari WIB, di Stadion Old Trafford. Unggul 2-0 lebih dulu lewat gol Shea Lacey dan Mason Mount, The Red Devils justru kehilangan kendali dan menyerah setelah Brighton menyamakan kedudukan lewat Charalampos Kostoulas, Pascal Gross, dan Maxim De Cuyper. Kekalahan ini membuat MU tersingkir dari turnamen untuk kedua kalinya berturut-turut di babak pertama, sekaligus mencatatkan rekor buruk pertama dalam lebih dari 48 tahun: kalah setelah unggul 2-0 di kandang sendiri.
Sejak kekalahan 2-3 dari Tottenham Hotspur pada September 1976, MU belum pernah kehilangan keunggulan 2-0 di Old Trafford. Bahkan sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013, tim ini pernah tampil 145 kali dengan keunggulan dua gol lebih dulu — 143 kali menang, dua kali imbang. Kali ini, sejarah berbalik menjadi mimpi buruk.
Kegagalan ini memicu kemarahan fans di media sosial. Banyak yang menyalahkan Noussair Mazraoui, bek sayap asal Maroko, yang dinilai tampil lemah dan tak mampu menahan serangan lawan. “Sudah mendukung United selama 50 tahun, belum pernah melihat bek sayap yang lebih buruk daripada Mazraoui,” tulis salah satu supporter di X. Penggemar lain menambahkan, “Apa yang dilakukan Mazraoui di lapangan? Dia terlihat lemah dan kelelahan.” Performa Ayden Heaven juga ikut dikritik, dengan sejumlah suporter menyebut kombinasi Heaven dan Mazraoui sebagai “pasangan terburuk yang pernah dimiliki klub ini.”
Kekalahan ini bukan hanya soal hasil, tapi simbol krisis konsistensi yang terus menghantui MU di bawah manajemen baru. Dengan rekor sejarah yang runtuh dan kritik tajam dari suporter, pertanyaan besar pun muncul: siapa yang harus bertanggung jawab atas kegagalan ini?















