Sumbawanews.com,- Friedkin Group dikabarkan lebih mempertahankan AS Roma daripada Everton, menyusul tekanan dari UEFA yang memaksa pemilik klub untuk memilih satu tim saja jika keduanya lolos ke kompetisi Eropa bersamaan. Grup investasi asal Amerika ini menguasai kedua klub—Roma sejak 2020 dan Everton sejak 2024—namun aturan baru UEFA tentang kepemilikan multi-klub kini memaksa mereka untuk mengambil keputusan strategis. Meski sempat mencari solusi struktural untuk menghindari pemisahan, The Times melaporkan bahwa pendekatan itu telah ditolak UEFA, terutama jika kedua tim bersaing di ajang Eropa yang sama. Saat ini, Roma telah lolos ke Liga Champions, sementara Everton finis di peringkat ke-13 Liga Inggris musim lalu, sehingga konflik belum terjadi—tapi persiapan untuk skenario masa depan sudah dimulai.
Menurut laporan The Times, opsi yang paling mungkin ditempuh adalah menempatkan Everton dalam skema blind trust, di mana pengelolaan klub diserahkan kepada pihak ketiga independen tanpa campur tangan langsung dari Friedkin Group. Keputusan ini didasarkan pada fakta bahwa Roma merupakan investasi jangka panjang yang telah berjalan selama empat tahun, sementara kepemilikan Everton baru berusia satu tahun. Meski belum ada keputusan resmi, indikasi kuat menunjukkan bahwa Everton akan menjadi klub yang dikorbankan demi mempertahankan keberlanjutan aset utama di Serie A. Friedkin Group juga menguasai klub Prancis Cannes sejak 2023, tetapi fokus utama tetap pada dua tim besar di Italia dan Inggris. UEFA sendiri tegas menegaskan bahwa kepemilikan bersama antar klub di bawah naungan organisasi yang sama tidak dapat diterima jika terjadi benturan kepentingan di kompetisi Eropa.















