Sumbawanews.com,- Pelatih FC Seoul, Kim Ki Dong, menyesali keputusannya memainkan delapan pemain muda debutan dalam kekalahan 0-1 dari Persib di laga AFC Champions League 2, Senin (15/4). Pertandingan yang berlangsung di kandang FC Seoul itu menjadi debut resmi para pemain muda dari tim junior, yang jarang berlatih bersama tim utama. Ki Dong mengakui, kebobolan di menit awal babak kedua membuat pemain-pemain muda kesulitan bangkit, meski strateginya bertujuan menjaga keseimbangan akibat jadwal padat. “Ini mengecewakan, karena ini pertandingan kandang dan laga pertama kami di ACL 2,” ujarnya.
Ki Dong menjelaskan bahwa delapan pemain yang turun adalah talenta terbaik dari SMA Osan, yang diharapkan menjadi tulang punggung masa depan FC Seoul. Namun, karena minimnya waktu berlatih bersama tim utama, mereka belum siap sepenuhnya menghadapi tekanan laga profesional. “Mereka harus belajar cepat. Jika tidak bisa bertahan di level ini, mereka harus pergi. Kerja keras bukan pilihan, tapi keharusan,” tegasnya.
Kekalahan ini membuat FC Seoul yang saat ini memimpin klasemen K League 1, harus menghadapi ujian berat berikutnya melawan Pohang Steelers akhir pekan ini. Ki Dong mengakui, fokus tim terpecah antara liga domestik dan kompetisi Asia. Ia khawatir jika tim terlalu fokus mengamankan gelar juara liga sebelum Oktober, performa di ACL 2 bisa terganggu. “Sangat disayangkan harus merotasi tim di ajang ini. Kami harus konsisten berusaha meraih hasil terbaik dengan pemain yang ada. Masih terlalu dini membicarakan target di ACL 2,” ucapnya.















