Home Berita Olah Raga Lawan Terbesar Timnas Indonesia Bukan Vietnam, tapi Diri Sendiri

Lawan Terbesar Timnas Indonesia Bukan Vietnam, tapi Diri Sendiri

Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa tantangan terberat skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 bukanlah lawan-lawan tangguh seperti Vietnam atau Thailand, melainkan diri mereka sendiri. Dalam wawancara di Jakarta pada Selasa (15/9/2026), Herdman menekankan bahwa keberhasilan Timnas Indonesia bergantung pada kemampuan menjaga kualitas, mentalitas, dan standar yang telah dibangun, bukan fokus berlebihan pada kekuatan lawan.

Herdman, yang sebelumnya membawa Timnas Indonesia meraih runner-up di FIFA Series setelah kalah 0-1 dari Hungaria, lalu gagal lolos dari fase grup Piala AFF 2026, menyadari tekanan besar yang melekat pada tim ini. Namun, ia yakin bahwa jika para pemain mampu bermain dengan semangat yang mencerminkan jati diri bangsa, dilandasi optimisme dan keyakinan, maka tidak ada lawan yang perlu ditakuti. “Lawan terbesar kita dalam turnamen ini adalah diri kita sendiri: tim kita, mentalitas kita, dan standar kita sendiri,” ujarnya.

Meski demikian, pelatih asal Inggris itu tidak mengabaikan potensi lawan. Ia mengakui Vietnam sebagai tim yang terorganisir, disiplin, dan berpengalaman, sementara Malaysia dan Thailand juga diperkuat pemain naturalisasi berkualitas tinggi. Timnas Indonesia sendiri tergabung di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh sebagai tuan rumah. Sementara itu, Grup B dihuni Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan. Seluruh pertandingan akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, mulai 24 September hingga 5 Oktober 2026.

Turnamen ini menjadi momen krusial bagi Herdman untuk membuktikan arah perubahan yang ia bangun sejak menangani tim. Di sisi lain, kabar naturalisasi Taisei Marukawa dari Dewa United turut menambah optimisme akan peningkatan kualitas skuad. Jika berhasil meraih gelar, Timnas Indonesia berpotensi naik ke peringkat 115 dunia versi FIFA, bahkan tembus 100 besar. Semua itu, sekali lagi, bergantung pada seberapa mampu tim ini mengalahkan batas-batasnya sendiri.

Previous articleTaisei Marukawa Ajukan Naturalisasi, Butuh Waktu Hingga Dua Tahun?
Next articleHerdman Terpikat Mimpi PSSI ke Piala Dunia 2030