Sumbawanews.com,- Cristiano Ronaldo meminta otoritas sepak bola Arab Saudi memberikan sanksi larangan menonton seumur hidup terhadap suporter Al Taawoun yang mengejek Ruben Neves dengan menyebut nama Diogo Jota, rekan setimnya di timnas Portugal yang meninggal dalam kecelakaan pada Juli 2025. Insiden itu terjadi usai laga antara Al Hilal dan Al Taawoun akhir pekan lalu, di mana Al Hilal menang dan fans tuan rumah marah karena kekalahan mereka. Ejekan yang menyinggung Jota—yang meninggal bersama saudaranya Andre pada usia 28 dan 25 tahun—dianggap melampaui batas kemanusiaan.
Neves, yang merupakan salah satu sahabat terdekat Jota dan ikut mengusung peti jenazahnya di pemakaman, merespons ejekan itu dengan gestur acungan jempol dan tepuk tangan, lalu menunjuk ke langit sebagai penghormatan. “Saya berharap mereka tidak pergi beribadah lagi setelah apa yang mereka lakukan,” ujar Neves usai pertandingan. Reaksi emosional itu memicu kemarahan luas, termasuk dari Ronaldo, yang langsung menyerukan tindakan tegas. “Liga harus mengambil tindakan dan menghukum tegas perilaku suporter seperti ini. Orang-orang yang berperilaku seperti ini tidak boleh diizinkan lagi memasuki stadion,” tegas Ronaldo, seperti dikutip Daily Star.
Federasi Sepak Bola Arab Saudi dan Saudi Pro League segera merespons dengan pernyataan resmi yang mengecam tindakan tersebut. “Memanfaatkan target pribadi untuk tujuan penghinaan atau provokasi adalah perilaku tidak dapat diterima dan tidak memiliki tempat di sepak bola Saudi,” demikian bunyi pernyataan resmi mereka. Pihak berwenang juga menegaskan bahwa komite terkait telah mengidentifikasi pelaku dan akan mengambil tindakan sesuai peraturan yang berlaku. Insiden ini menjadi sorotan global, mengingat kedekatan emosional antara Jota, Neves, dan Ronaldo—tiga sosok yang pernah bersama di timnas Portugal dan menjadi simbol solidaritas di dunia sepak bola.















