Home Berita Olah Raga Lawan Terbesar Timnas Indonesia? Dirinya Sendiri

Lawan Terbesar Timnas Indonesia? Dirinya Sendiri

Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia akan memulai perjalanan di FIFA ASEAN Cup 2026 pada 25 September di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, menghadapi Singapura dalam laga pembuka Grup A, yang juga berisi Malaysia dan Bangladesh. Pelatih kepala John Herdman menegaskan, tantangan terberat bukan datang dari Vietnam, Thailand, atau Malaysia — melainkan dari dalam tim sendiri: mentalitas, standar permainan, dan kesiapan psikologis para pemain. Dalam acara pengumuman hak siar di SCTV Tower, Senin, 14 September 2026, Herdman secara tegas menyatakan, “Saya pikir lawan terbesar kami di turnamen ini adalah diri kami sendiri: tim kami sendiri, mentalitas kami sendiri, dan standar kami sendiri.”

Meski tidak tergabung dalam grup yang sama dengan dua kekuatan utama Asia Tenggara, Indonesia tetap menyadari bahwa persaingan di turnamen ini akan sengit. Namun, Herdman menekankan bahwa ketakutan terhadap lawan tidak boleh mengalahkan fokus pada konsistensi dan disiplin internal. Ia menilai, jika skuad Garuda mampu mempertahankan standar yang telah ditetapkan selama masa persiapan, maka tidak ada tim di kawasan yang perlu ditakuti.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir telah memasang target juara, sebuah ambisi yang langsung disambut Herdman sebagai bagian dari visi jangka panjang sepak bola Indonesia. Ia melihat turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, tapi momentum untuk membangun identitas tim yang percaya diri, berani, dan mencerminkan semangat bangsa. Dukungan suporter di SUGBK menjadi keuntungan strategis, terutama saat menghadapi Malaysia pada 28 September — namun sekaligus membawa tekanan besar akibat ekspektasi publik yang melambung tinggi.

Pertandingan melawan Singapura menjadi ujian pertama untuk menguji apakah perubahan mental dan taktis yang digaungkan Herdman benar-benar terwujud di lapangan. Laga berikutnya melawan Malaysia diprediksi sebagai titik kritis fase grup, sebelum penutup melawan Bangladesh pada 1 Oktober. Jika mampu finis sebagai juara Grup A, Indonesia berhak melangkah ke babak gugur dengan keuntungan menjadi tuan rumah hingga laga final pada 5 Oktober di tempat yang sama.

Herdman menekankan, dalam turnamen singkat seperti ini, kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Karena itu, kunci utama bukan pada mengalahkan lawan, tapi mengalahkan keraguan, ketidakstabilan, dan kebiasaan lama. “Ini saatnya,” ujarnya tegas. Dengan fokus pada diri sendiri, Timnas Indonesia siap memulai perjalanan menuju trofi — bukan karena lawan lemah, tapi karena mereka percaya pada kemampuan mereka sendiri.

Previous articlePangeran MBS Minta Israel Bantu Hadapi Ansarallah di Selat Bab al-Mandab
Next articlePDIP Tegaskan Sudah Bersimpang Jalan Politik dengan Jokowi