Sumbawanews.com,- Alfonsius Albinus Mehan, dokter hewan berusia 35 tahun, tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat meninjau kegiatan cetak sawah di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu, 9 September 2026. Jenazahnya tiba di Terminal Kargo Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 12 September 2026, dalam keadaan duka mendalam dari keluarga dan masyarakat.
Mehan telah mengabdi selama sembilan tahun di Wamena dan dikenal sebagai sosok yang santun, pekerja keras, serta selalu menjaga komunikasi rutin dengan ibunya, Maria Sukartiyam, di Sikka. Ia meninggalkan seorang istri dan anak laki-laki berusia lima tahun. Sebelum gugur, Mehan masih sempat memastikan penyaluran bantuan untuk masyarakat Flores yang terdampak bencana, seperti diungkapkan sang ibu.
Kepolisian telah mengidentifikasi dua anggota KKB dalam video kejadian tersebut, yang diduga terkait dengan pelaku penembakan terhadap tiga aparatur sipil negara (ASN), termasuk Mehan. Kasus ini menjadi bagian dari serangkaian serangan brutal terhadap ASN di wilayah Papua Pegunungan yang terus menjadi perhatian nasional.














