Sumbawanews.com,- Erling Haaland, striker Manchester City dan salah satu penyerang paling mematikan di dunia, menyampaikan pesan mendalam kepada para pesepakbola muda: jangan biarkan kegagalan menghancurkan senyummu, dan jangan terlalu memikirkan setiap kesalahan. Dalam wawancara eksklusif dengan UEFA.com yang dirilis menjelang matchday 1 Liga Champions 2026/27, Haaland mengakui bahwa sejak kecil ia sangat tidak suka gagal mencetak gol atau kalah, dan sifat kompetitif itu masih melekat hingga kini. Namun, ia menekankan bahwa kekecewaan bukanlah akhir, melainkan bahan bakar untuk bangkit lebih kuat.
Haaland menekankan pentingnya keseimbangan mental—bagaimana merespons kegagalan saat pertandingan berlangsung maupun setelahnya. “Jika Anda bisa menggunakan hal-hal negatif dalam sepakbola sebagai motivasi, itu bisa menjadi sesuatu yang luar biasa,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa sepakbola hanyalah satu bagian dari hidup, bukan seluruhnya. “Saya punya ibu dan ayah; saya punya pasangan dan seorang anak. Pada akhirnya, hidup tetap baik meski Anda gagal memanfaatkan peluang,” katanya, menambahkan bahwa yang terpenting adalah mengendalikan pikiran: “Jangan overthinking.”
Lebih dari sekadar strategi teknis, Haaland menawarkan filosofi hidup: temukan hal yang membuatmu tersenyum. “Ketika saya masih muda, yang membuat saya tersenyum adalah mencetak gol dan memenangkan pertandingan,” ujarnya. Kesenangan itulah yang terus mendorongnya untuk berlatih, bermain, dan bahkan tetap bermain bersama teman-teman di akhir pekan—bukan karena tekanan, tapi karena ia menikmatinya. “Saya ingin mencetak lebih banyak gol, dan itu memberi saya motivasi untuk pergi bermain sepakbola bersama teman-teman karena itu sangat menyenangkan.”
Pesan Haaland sederhana, namun kuat: jangan kehilangan kebahagiaan di tengah perjalanan mengejar prestasi. Kegagalan boleh menyakitkan, tapi jangan sampai membuatmu lupa mengapa kamu mulai bermain. Jika kamu masih bisa tersenyum, kamu bisa melangkah sejauh yang kamu impikan.















