Sumbawanews.com,- Pada Minggu, 6 September 2026, pertandingan Liga 1 antara Persib Bandung dan PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) berakhir dengan kemenangan tuan rumah 3-1. Namun, hasil laga tak sebanding dengan sorotan utama yang muncul: kondisi rumput lapangan yang tidak layak untuk pertandingan kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Mantan pemain Timnas Indonesia, Greg Nwokolo, secara terbuka mempertanyakan keputusan pihak berwenang yang tetap membiarkan pertandingan berlangsung di lapangan dengan permukaan tidak merata.
Melalui Instagram Story, Greg membagikan video yang menunjukkan petugas sedang menginjak-injak rumput di tengah jeda babak pertama untuk meratakan permukaan lapangan. Ia menandai akun resmi Liga Indonesia, @ileague.id, dengan pertanyaan tajam: “Bagaimana ini bisa terjadi? Siapa yang menyetujui lapangan ini?” Unggahan itu langsung memicu respons luas dari komunitas sepak bola, termasuk pengamat ternama Binder Singh. Dalam kanal YouTube-nya, Bung Binder menyatakan bahwa kondisi rumput GBLA terlihat “belang-belang” dan tidak ideal untuk pertandingan dengan intensitas tinggi. Ia juga mempertanyakan kesiapan lapangan jika hujan turun, mengingat rumput masih tampak tidak rapi dan belum siap menahan tekanan permainan modern.
Meski Persib terpaksa menggunakan GBLA karena Stadion Si Jalak Harupat tidak tersedia, kritik terhadap standar infrastruktur lapangan tetap tak bisa diabaikan. Kondisi ini bukan sekadar masalah estetika, tapi menyangkut keselamatan pemain, kualitas permainan, dan kredibilitas liga. Greg dan Bung Binder bersuara bukan hanya sebagai penonton, tapi sebagai sosok yang peduli pada masa depan sepak bola Indonesia — di mana lapangan yang layak bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar.















