Home Berita Olah Raga Barcelona Hancurkan Rekor Awal Musim dengan 17 Gol, Tapi Sejarah Berbicara Lain

Barcelona Hancurkan Rekor Awal Musim dengan 17 Gol, Tapi Sejarah Berbicara Lain

Sumbawanews.com,- Barcelona mencetak 17 gol dalam empat laga pembuka La Liga 2026/2027, menjadi start paling produktif di antara klub-klub lima liga top Eropa hingga saat ini. Kemenangan 5-0 atas Valencia di Estadio Mestalla pada Minggu (6/9/2026) malam WIB menjadi puncaknya, memperkuat dominasi lini serang tim asuhan Hansi Flick yang tak terkalahkan dan memimpin klasemen dengan poin maksimal. Namun, sejarah klub menunjukkan bahwa kegilaan gol di awal musim belum tentu berujung pada gelar juara.

Catatan 17 gol ini menyamai dua momen legendaris di masa lalu: musim 1957-58 dan 2011-12, ketika Barcelona juga mencetak 17 gol dalam empat laga pertama—namun keduanya gagal meraih trofi La Liga, karena Real Madrid yang keluar sebagai juara. Di balik catatan ini, hanya ada dua musim yang lebih produktif: 1949-50 dengan 19 gol dan 1950-51 dengan rekor 21 gol. Pada musim 1949-50, Barcelona menang 10-1 atas Nastic de Tarragona dan 7-0 atas Sevilla, tapi juga kalah 1-6 dari Real Madrid dan 1-3 dari Athletic Club. Setahun kemudian, mereka menang 8-2 atas Real Sociedad dan 7-1 atas Real Madrid, namun kalah 4-6 dari Atletico Madrid dan 2-3 dari Real Murcia—dan tetap gagal menjadi juara.

Tahun ini, kekuatan serang Barcelona tidak bergantung pada satu penyerang tunggal. Gol-gol datang dari berbagai sumber, menunjukkan kedalaman dan keseimbangan dalam sistem permainan Flick. Lamine Yamal dan Fermin Lopez menjadi dua di antara banyak pemain yang mencetak gol dalam kemenangan 5-0 atas Valencia, membuktikan bahwa serangan Blaugrana kini lebih terdistribusi dan sulit diprediksi.

Namun, pesan sejarah tetap tegas: start spektakuler bukan jaminan akhir yang gemilang. Dua dari tiga musim dengan 17 gol atau lebih di awal liga berakhir tanpa gelar. Jika Flick ingin mengubah kegilaan awal musim ini menjadi trofi, konsistensi, ketahanan mental, dan kemampuan mengatasi tekanan di pertandingan-pertandingan berat akan menjadi kunci utama. Barcelona sudah menulis babak pembuka yang epik. Sekarang, tugas sebenarnya baru dimulai.

Previous articlePSM Makassar Kecam Kondisi Lapangan Persib, Minta Akses Latihan di Stadion
Next articlePersija vs Persib Tergantung Izin Polisi, Laga El Clasico Indonesia Tunggu Keputusan Resmi