Sumbawanews.com,- Chelsea sempat unggul 1-0 pada menit kedua melawan Arsenal di Emirates Stadium, Minggu (6/9/2026) malam WIB, sebelum akhirnya kalah 1-2. Gol awal diciptakan oleh Morgan Rogers, namun dua gol balasan Arsenal—dari Kai Havertz di menit ke-25 dan Martin Ødegaard di menit ke-50—membalikkan keadaan. Meski kalah, Rogers menilai performa timnya sudah menunjukkan kemajuan signifikan di bawah arahan pelatih baru Xabi Alonso, yang baru menangani The Blues sejak awal musim ini.
Rogers, yang mencetak gol pembuka, mengakui kekecewaan tim usai kekalahan itu. “Kami datang ke sini dengan misi menang, tapi gagal. Tentu saja para pemain kecewa,” ujarnya. Namun, ia menekankan bahwa tim sudah tampil solid di sebagian besar laga, menciptakan peluang jelas dan bertahan dengan disiplin. “Ini baru laga ketiga kami di Liga Inggris di bawah Alonso. Kami menunjukkan kemampuan untuk mengganggu tim terbaik, bahkan di kandang mereka sendiri.”
Arsenal, yang kini mempertahankan gelar juara, tampil lebih dominan setelah gol penyama kedudukan. Meski gol Riccardo Calafiori dianulir, mereka mampu bangkit dengan konsistensi serangan yang memaksa Chelsea bertahan. Ødegaard menjadi pahlawan dengan gol penentu kemenangan, memperkuat reputasi The Gunners sebagai tim yang sulit dikalahkan di kandang sendiri.
Alonso, yang menggantikan Enzo Maresca, mengakui kekalahan itu menyakitkan, namun menilai perkembangan tim masih dalam jalur yang benar. Bagi Chelsea, kekalahan ini bukan akhir, tapi bukti bahwa mereka mulai menemukan bentuk di bawah pelatih baru—meski masih butuh waktu untuk menaklukkan stadion-stadion sulit seperti Emirates.















