Sumbawanews.com,- Persebaya Surabaya terpaksa mengubah rencana pulang ke Surabaya usai laga pembuka BRI Super League 2026/2027 melawan Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Sabtu (5/9/2026) sore. Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan pembatalan seluruh penerbangan dari Bandar Lampung pada Minggu (6/9/2026) pagi, memaksa tim menempuh rute laut dan darat yang jauh lebih panjang. Manajer tim, Sidik “Alex” Tualeka, mengonfirmasi bahwa penerbangan yang semula dijadwalkan pukul 07.00 dibatalkan, sehingga manajemen segera mencari alternatif transportasi. Rombongan akhirnya memilih menyeberang via Selat Sunda dengan kapal ke Merak, lalu melanjutkan perjalanan dengan bus dari Jakarta ke Surabaya.
Setelah pembatalan penerbangan, manajemen mengevaluasi beberapa opsi transportasi. Kereta api sempat dipertimbangkan saat tim berada di Jakarta, tetapi jumlah kursi yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan seluruh anggota rombongan. Akhirnya, bus menjadi satu-satunya solusi yang memungkinkan untuk membawa seluruh pemain, staf, dan peralatan kembali ke Surabaya. Perjalanan ini jauh lebih lama dibandingkan rencana awal menggunakan pesawat, dengan durasi tempuh yang memperpanjang waktu istirahat para pemain setelah laga perdana.
Staf pelatih memperhatikan ketat dampak fisik dari perjalanan panjang ini, mengingat jadwal latihan dan pertandingan berikutnya sudah menanti. Sidik “Alex” Tualeka menekankan bahwa keputusan ini diambil demi kepastian keberangkatan tim, meski harus mengorbankan kenyamanan dan waktu pemulihan. Rombongan tiba di Surabaya setelah menempuh perjalanan lintas provinsi yang melelahkan, dengan kondisi fisik pemain menjadi prioritas utama dalam penjadwalan latihan selanjutnya.















