Sumbawanews.com,- Manchester United tidak menggelontorkan dana besar di bursa transfer musim panas 2026, hanya menghabiskan 163 juta poundsterling (sekitar Rp3,8 triliun), dan pelatih Michael Carrick tetap tenang menanggapi hal itu. Klub asal Old Trafford itu menempati posisi kesepuluh dalam daftar belanja terbanyak di Liga Inggris, jauh di belakang lima besar yang dipimpin Manchester City (472 juta pound), Chelsea (351 juta pound), Tottenham (334 juta pound), Aston Villa (297 juta pound), dan Newcastle (279 juta pound). Carrick menegaskan bahwa pihak klub telah memanfaatkan anggaran secara bijak dan optimal, tanpa tergoda oleh spekulasi belanja besar-besaran dari pesaing.
Carrick sengaja menghindari komentar tentang aktivitas transfer tim-tim lain, fokus sepenuhnya pada pengembangan skuad yang sudah ada. “Menurut saya, berapapun jumlah dananya, Anda tentu ingin memanfaatkannya sebaik mungkin,” ujarnya. “Saya rasa, terkait dana yang telah kami keluarkan, kami benar-benar telah memanfaatkannya secara optimal.” Ia menekankan bahwa prioritas utama adalah memaksimalkan potensi yang tersedia, bukan mengejar angka belanja.
Di musim panas ini, MU memperkuat lini tengah dengan mendatangkan tiga pemain baru, meski tidak mengungkapkan identitasnya secara eksplisit dalam sumber. Kebijakan ini menunjukkan strategi jangka panjang yang lebih terukur, bukan reaksi impulsif terhadap tekanan publik atau kompetisi. Carrick menutup pernyataannya dengan sikap tenang: “Saya hanya fokus pada diri kami sendiri, pada apa yang bisa kami lakukan, serta memaksimalkan segala potensi yang ada.”
Sementara itu, kabar bahwa MU menyiapkan anggaran hingga Rp11 triliun untuk bursa transfer musim panas mendatang menunjukkan bahwa kebijakan hemat kali ini bukan tanda kelemahan, melainkan bagian dari rencana strategis yang lebih besar.















