Sumbawanews.com,- Pelatih Garudayaksa FC, Milos Joksic, menegaskan timnya akan memulai debut di Super League 2026-2027 dengan gaya bermain cepat dan agresif saat menghadapi Java United FC di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Minggu, 6 September 2026. Ia menolak pendekatan konservatif yang sering mengandalkan umpan mundur untuk menjaga keamanan, dan justru mendorong para pemain untuk memilih umpan langsung ke depan kapan pun situasi memungkinkan. “Direct football itu artinya bergerak jauh lebih cepat ke depan. Umpan cepat, umpan aman ke depan, jangan terlalu banyak umpan balik ke belakang,” tegas Joksic di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat, 4 September 2026.
Joksic, pelatih asal Serbia, menekankan bahwa timnya harus berani mengambil risiko dalam membangun serangan. Ia menilai permainan yang terlalu berhati-hati justru akan membuat Garudayaksa FC kehilangan identitas dan daya gedor. Untuk itu, ia menginstruksikan para pemain, termasuk kapten senior Andik Vermansyah, untuk menerapkan sistem Gegenpressing—tekanan tinggi segera setelah kehilangan bola—meski hanya pada momen-momen krusial, mengingat beban fisik yang sangat besar. “Kamu menyerang sangat cepat dan sangat cepat berusaha rebut bola lagi,” ujarnya.
Ia juga menyadari bahwa gaya bermain seperti yang diterapkan Pep Guardiola—dengan dominasi penguasaan bola dan umpan pendek berulang—masih mendominasi sebagian besar klub di Liga Indonesia. Namun, Joksic menegaskan niatnya untuk membawa perubahan. “Saya bakal coba tampil beda. Saya enggak yakin bisa berhasil atau tidak, tapi saya bakal coba,” tandasnya.
Di sisi lain, Andik Vermansyah, salah satu pemain inti Garudayaksa FC, menyatakan optimisme timnya bisa finis di enam besar klasemen akhir Super League 2026-2027. Meski mengakui target itu berat, ia yakin dengan semangat dan strategi baru yang diterapkan Joksic, timnya mampu bersaing di papan atas.















