Sumbawanews.com,- Aktivitas perdagangan di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, hampir lumpuh akibat sepi pengunjung, membuat omzet pedagang anjlok hingga 95 persen. Helmy Samsuddin, pedagang perabot rumah tangga sejak 1979, kini hanya memperoleh Rp1–2 juta per hari, turun drastis dari omzet di atas Rp10 juta pada tahun 2005. Firdaus, pedagang makanan dan minuman, mengaku pendapatannya kini hanya Rp500–600 ribu per hari, padahal sebelum pandemi ia mampu mengantongi Rp45–60 juta per bulan. Penyebab utama penurunan ini adalah perubahan pola belanja masyarakat yang beralih ke transaksi daring, ditambah dengan 26 kios yang sudah tutup permanen dan sekitar 12–15 kios lainnya berubah fungsi menjadi gudang. Para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menghidupkan kembali pasar yang dulu menjadi pusat ekonomi warga sekitar.















