Sumbawanews.com,- Pada Sabtu, 5 September 2026, pukul 23.00 WIB, Inter Milan mengalahkan Napoli 2-0 di Stadio Giuseppe Meazza dalam lanjutan pekan ketiga Serie A 2026-27. Kemenangan ini mempertahankan catatan sempurna Inter di awal musim, dengan tiga kemenangan berturut-turut dan sembilan poin dari tiga laga. Gol-gol Nerazzurri dicetak oleh Hakan Calhanoglu pada menit ke-34 dan Federico Dimarco pada menit ke-78, memperkuat dominasi tuan rumah sepanjang laga.
Inter yang membuka musim dengan kemenangan 4-1 atas Monza dan 1-0 atas Cagliari, tampil lebih solid secara kolektif. Calhanoglu, yang telah terlibat langsung dalam enam dari sembilan gol Inter melawan Napoli dalam delapan pertandingan terakhir, menjadi otak permainan dengan umpan-umpan presisi dan tembakan jarak menengah yang membuahkan gol pertama. Dimarco, penerima penghargaan MVP Serie A musim lalu, menutup kemenangan dengan serangan cepat dari sisi kiri, memanfaatkan kelemahan pertahanan Napoli yang kehilangan kekuatan di lini tengah.
Napoli, yang sebelumnya menang 2-0 atas Genoa, justru terpuruk di pekan kedua setelah kalah dari Como. Kehilangan Scott McTominay akibat prosedur jantung, ditambah cedera Alessandro Buongiorno dan Luca Marianucci, membuat Massimiliano Allegri kesulitan menyusun formasi stabil. Meski Kevin De Bruyne masuk sebagai pengganti dan berusaha menghidupkan serangan, Napoli gagal menciptakan peluang berarti. Penguasaan bola dan tekanan berkelanjutan dari Inter membuat Napoli hanya mampu bertahan, tanpa satu pun tembakan tepat sasaran di babak kedua.
Rekor kandang Inter di San Siro tetap tak tergoyahkan—terakhir kali kalah dari Napoli di liga di kandang sendiri terjadi lebih dari sembilan tahun lalu. Dengan kemenangan ini, Inter memperpanjang tren positif menjelang laga Liga Champions melawan Real Madrid pekan depan, sementara Napoli terpuruk ke posisi ke-7 dengan hanya tiga poin dan harus segera memperbaiki struktur lini tengah.
Prediksi sebelum laga yang menyebut Inter sebagai favorit terbukti tepat. Nerazzurri tidak hanya menang, tetapi juga menunjukkan kematangan taktis dan konsistensi yang menjadi ciri khas tim juara bertahan.















