Sumbawanews.com,- Yair Netanyahu, putra Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, memicu gejolak diplomatik dengan menyatakan Kepulauan Falkland milik Argentina, sebuah klaim yang bertentangan dengan posisi resmi Inggris. Pernyataan itu, yang ia sampaikan dalam unggahan berbahasa Spanyol di X, memicu reaksi keras dari tokoh-tokoh sayap kanan Inggris yang selama ini menjadi pendukung kuat Israel. Ia beralasan bahwa pemerintah Argentina di bawah Presiden Javier Milei lebih bersahabat dengan Israel, dan menuduh Inggris munafik karena mengakui Palestina sambil menolak klaim Argentina atas Falkland. Komentarnya juga menyerang Inggris atas tuduhan “antisemitisme” dan “blood libel”, yang memperdalam ketegangan antara kedua negara.
Reaksi cepat datang dari Rupert Lowe, pemimpin partai ekstrem kanan Restore Britain, yang menegaskan Falkland akan tetap menjadi milik Inggris dan siap berperang jika diperlukan. Ia menyarankan Yair untuk fokus pada masalah di Israel, bukan ikut campur dalam sengketa luar negeri. Mantan anggota parlemen Partai Konservatif Sir Conor Burns menyebut pernyataan Yair sebagai “bodoh” dan memperingatkan bahwa hal itu bisa merusak dukungan politik terhadap Israel di kalangan sayap kanan Inggris. Aktivis sayap kanan Tommy Robinson, yang dikenal sebagai pendukung vokal Israel, membagikan unggahan yang menegaskan kedaulatan Inggris atas Falkland tanpa menyebut nama Yair secara eksplisit.
Para ahli menilai pernyataan Yair sebagai bagian dari pola yang semakin sering muncul dari keluarga Netanyahu, yang menggunakan isu luar negeri untuk menyerang lawan politik. Dosen keamanan dari King’s College London, Rob Geist Pinfold, menyebut Yair telah membuat kelompok yang paling pro-Israel di Eropa menjadi geram. Sementara itu, James Vaughan dari Aberystwyth University menekankan bahwa meski sebagian besar sayap kanan Inggris tetap mendukung Israel, sejumlah kelompok ekstrem justru memiliki sejarah antisemitisme yang panjang. Pernyataan Yair tidak didukung secara resmi oleh pemerintah Israel, meski Menteri Luar Negeri Gideon Saar sebelumnya pernah membandingkan kedaulatan Israel atas Tepi Barat dengan sengketa Falkland dalam sidang PBB.
Ketegangan antara Inggris dan Israel semakin memburuk sejak Partai Buruh berkuasa pada 2024, dengan langkah-langkah seperti penangguhan perundingan perdagangan bebas dan izin ekspor senjata. Pemimpin baru Inggris, Andy Burnham, kini mempertimbangkan langkah lebih lanjut terkait permukiman ilegal Israel di Tepi Barat. Di tengah semua ini, komentar Yair justru memperdalam keretakan yang sudah ada, bukan memperkuat hubungan dengan sekutu lama Israel.















