Home Berita Internasional New York Luncurkan Rencana Kesetaraan Rasial Pertama, Fokus pada Delapan Sasaran Hingga...

New York Luncurkan Rencana Kesetaraan Rasial Pertama, Fokus pada Delapan Sasaran Hingga 2034

Sumbawanews.com,- Wali Kota New York City Zohran Kwame Mamdani meluncurkan Citywide Racial Equity Plan (REP), kerangka kerja pertama yang mencakup seluruh pemerintahan kota untuk mewujudkan kesetaraan rasial. Rencana ini dirilis pada 3 September 2026 setelah melalui konsultasi publik selama 30 hari, dengan masukan dari warga di lima borough dan kolaborasi dengan 45 badan pemerintah. REP menetapkan delapan sasaran strategis yang harus dicapai hingga 2034, mulai dari perumahan, pendidikan, pengangguran, hingga kesehatan dan transportasi, dengan indikator terukur dan transparan untuk dipantau masyarakat.

Dalam perumahan, pemerintah menargetkan pengurangan kesenjangan biaya sewa dan tunawisma melalui pembangunan hunian terjangkau secara signifikan. Di sektor pendidikan, upaya diperkuat dengan memperluas akses pendidikan anak usia dini, meningkatkan kualitas guru penitipan anak, serta mendorong integrasi sekolah negeri agar lebih adil bagi siswa kulit hitam, Latino, pelajar multibahasa, dan penyandang disabilitas. Pemerintah juga berkomitmen menurunkan tingkat pengangguran di komunitas kulit hitam, Latino, dan Asia-Amerika, serta mengurangi populasi penjara yang secara tidak proporsional didominasi warga berkulit berwarna.

Di bidang kesehatan, fokus utama adalah menurunkan angka kematian ibu kulit hitam dan meningkatkan hasil kehamilan berdasarkan data rasial. Sementara itu, akses transportasi akan diprioritaskan di wilayah-wilayah dengan beban terberat, melalui peningkatan layanan bus yang cepat, andal, dan inklusif. Peningkatan konektivitas broadband juga menjadi target, terutama di lingkungan yang paling minim akses internet. Semua sasaran ini didukung oleh data NYC True Cost of Living yang menunjukkan 62 persen warga New York tidak mampu memenuhi biaya hidup sebenarnya, dengan beban paling berat dirasakan rumah tangga kulit hitam dan Latino.

Mamdani menegaskan, rencana ini dibangun dari aspirasi langsung warga, bukan sekadar kebijakan top-down. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak lagi cukup hanya mengakui ketimpangan—tapi harus menetapkan target nyata dan bisa dimintai pertanggungjawaban. Wakil Wali Kota Julie Su menambahkan, sasaran pengangguran dan perumahan secara langsung menjawab kebutuhan dasar warga pekerja. Komisaris MOERJ Afua Atta-Mensah menegaskan, pelatihan saja tidak cukup; perubahan struktural dan akuntabilitas publik adalah kunci. Laporan kemajuan akan dipublikasikan setiap dua tahun oleh MOERJ, dengan pengawasan independen dari NYC Commission on Racial Equity (CORE). Berbagai lembaga kota, dari Dinas Pendidikan hingga Dinas Kebersihan, menyatakan komitmen penuh untuk menjadikan kesetaraan rasial sebagai bagian tak terpisahkan dari operasional mereka.

Previous articleGaruda Muda Buru Kemenangan Perdana Lawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-20
Next articleBorneo FC Tegaskan Semua Kompetisi Jadi Prioritas Utama