Sumbawanews.com,- Manchester City resmi memiliki lini tengah paling mahal di Premier League dengan total nilai pasar mencapai 460 juta pound sterling, atau sekitar Rp10,9 triliun, menjelang musim 2026/2027. Peningkatan drastis ini terjadi setelah klub asal Manchester itu merevolusi skuad tengahnya dengan mendatangkan tiga pemain baru: Elliott Anderson dari Nottingham Forest senilai 116 juta pound (Rp2,7 triliun), Ayyoub Bouaddi dari Lille senilai 81,4 juta pound (Rp1,9 triliun), dan Enzo Fernández dari Chelsea senilai 125 juta pound (hampir Rp3 triliun). Nilai ini melampaui Arsenal yang sebelumnya memimpin dengan valuasi 390 juta pound, kini turun menjadi 425 juta pound (Rp10,1 triliun), sementara Chelsea berada di posisi tiga dengan 381,2 juta pound (Rp9,1 triliun).
Lini tengah City sebelumnya bernilai 354 juta pound (Rp8,4 triliun), namun investasi besar-besaran dalam tiga nama baru membuatnya melonjak hampir 30%. Liverpool menempati urutan empat dengan total valuasi 362 juta pound (Rp8,2 triliun), diikuti Tottenham Hotspur (294 juta pound/Rp7,028 triliun) dan Manchester United (293 juta pound/Rp7,004 triliun) yang menjadi tim big six dengan lini tengah termurah. Kenaikan nilai ini tidak hanya mencerminkan kekuatan finansial City, tetapi juga strategi jangka panjang mereka untuk mempertahankan dominasi di tengah lapangan setelah pergantian pelatih.
Dengan kekuatan finansial yang tak tertandingi dan susunan gelandang paling mahal sepanjang sejarah Premier League, Man City kini menjadi favorit utama dalam perburuan gelar musim ini. Sementara itu, Arsenal dan Chelsea berusaha mengejar, namun jarak nilai pasar yang signifikan menunjukkan betapa besar langkah yang diambil oleh The Citizens untuk mempertahankan supremasi mereka.















