Home Berita Internasional AS dan Iran Kembali Saling Serang, Trump Ancam Kemusnahan

AS dan Iran Kembali Saling Serang, Trump Ancam Kemusnahan

Sumbawanews.com,- Amerika Serikat melakukan dua serangan militer terhadap Iran dalam waktu dua hari, memicu balasan dari Teheran yang menargetkan pangkalan militer di Yordania dan Kuwait. Serangan AS pada Senin (1/9/2026) menghantam fasilitas pertahanan udara, sistem radar, dan aset maritim Iran, termasuk pabrik tepung ikan di Pulau Qeshm, dermaga nelayan di Sirik, dan Bandara Jiroft. Serangan itu menewaskan lima warga sipil, termasuk seorang anak, dan melukai 68 orang di Kuhestak, Iran selatan, menurut laporan pemerintah Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) membantah menargetkan warga sipil, menyalahkan laporan korban pada media pemerintah Iran dan menegaskan serangan sebagai respons atas upaya Iran menyerang kapal komersial dan pasukan AS di Timur Tengah.

Presiden Donald Trump, dalam wawancara dengan Fox News, mengklaim serangan AS menghancurkan radar Iran yang sedang dibangun ulang dan memperingatkan Teheran: “Jika mereka membalas, mereka akan dihantam jauh lebih keras. Jika berlanjut hingga ketiga kalinya, mereka akan benar-benar musnah sebagai sebuah negara.” Iran segera membalas dengan peluncuran rudal balistik ke pangkalan udara Prince Hassan dan Camp Titin di Yordania. Militer Yordania menembak jatuh 10 rudal, sementara tiga lainnya jatuh di daerah tak berpenghuni. Kuwait juga melaporkan mencegat serangan drone dari Iran, dan Teheran mengaku menyerang pasukan AS di Bahrain, meski belum ada konfirmasi dari Bahrain.

Serangan ini memperdalam krisis yang telah memicu lonjakan harga minyak global. Iran mengaku semakin memperketat penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang mengalirkan 20 persen pasokan minyak dunia. Di tengah eskalasi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kesiapan Republik Islam untuk kembali menjalankan gencatan senjata sementara yang dicapai dengan AS pada Juni, jika Washington juga memenuhi komitmennya. Namun, pemerintahan Trump menegaskan operasi militer masih terbatas, meski mengakui kemungkinan serangan tambahan diperlukan.

Previous articleDua Menteri Lapor Prabowo Progres 100 Kampung Nelayan
Next articleManchester City Pecahkan Rekor Belanja Pemain, Habiskan Rp10,8 Triliun