Sumbawa Barat, sumbawanews.com — Sejumlah warga Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, mengeluhkan sejumlah lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tidak berfungsi. Keberadaan lampu yang seharusnya menerangi ruas jalan pada malam hari justru dinilai hanya menjadi hiasan karena tidak menyala.
Keluhan warga semakin serius lantaran beberapa titik lampu PJU yang mati berada di ruas jalan yang kondisi jalannya mengalami kerusakan. Kondisi jalan yang gelap dan rusak dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melintas pada malam hari.
“Lampunya ada, tetapi tidak hidup. Apalagi di beberapa titik kondisi jalannya rusak. Kalau malam gelap, pengendara bisa tidak melihat lubang atau kerusakan jalan. Ini sangat berbahaya,” keluh salah seorang warga.
Selain ancaman kecelakaan, warga juga mengkhawatirkan kondisi jalan yang minim penerangan dapat meningkatkan potensi kerawanan kriminalitas.
Warga berharap pemerintah segera melakukan pengecekan dan memperbaiki PJU yang mengalami gangguan. Menurut mereka, fasilitas penerangan jalan bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa Barat, Muhammad Suharno, S.Sos., M.M.Inov, langsung merespons dan memerintahkan bidang terkait untuk turun mengecek kondisi PJU di lapangan.
“Saya sudah perintahkan bidang terkait untuk turun langsung cek ke lapangan agar bisa ditangani dan bisa menyala, agar masyarakat merasa nyaman,” ujar Suharno.
Respons cepat tersebut mendapat apresiasi dari warga. Masyarakat berharap pengecekan tidak berhenti sebatas pendataan, tetapi segera ditindaklanjuti dengan perbaikan terhadap lampu-lampu PJU yang memang mengalami kerusakan.
Warga juga meminta agar pengecekan dilakukan secara menyeluruh, khususnya pada titik-titik PJU yang berada di ruas jalan rusak maupun kawasan yang aktivitas masyarakatnya cukup tinggi pada malam hari.
Sebab, bagi masyarakat, PJU yang menyala bukan sekadar soal terang atau gelapnya jalan. Di baliknya ada persoalan keselamatan, kenyamanan, sekaligus rasa aman warga saat beraktivitas pada malam hari.















