Home Berita Internasional Jelang Kedatangan Kapal Induk AS, Pattaya Gelar Razia Prostitusi

Jelang Kedatangan Kapal Induk AS, Pattaya Gelar Razia Prostitusi

Sumbawanews.com,- Pemerintah Pattaya, Thailand, meningkatkan razia terhadap prostitusi menjelang kedatangan kapal induk USS Abraham Lincoln dari Angkatan Laut Amerika Serikat, yang dijadwalkan tiba pada 2 September 2026. Kapal yang membawa sekitar 5.000 pelaut dan marinir itu telah berada di laut selama lebih dari 200 hari, dan akan berlabuh di Pelabuhan Laem Chabang, dekat Pattaya, untuk masa istirahat awak. Polisi telah menahan 40 hingga 50 orang akhir pekan lalu karena diduga terlibat dalam aktivitas seks komersial, sambil memperketat patroli di kawasan pantai dan pusat hiburan malam.

Prostitusi dilarang di Thailand, namun praktiknya masih terlihat secara terbuka di sejumlah destinasi wisata, termasuk Pattaya. Kepala Kepolisian Pattaya, Anek Srathongyoo, mengakui kesulitan mengendalikan penawaran jasa seks di tempat umum. USS Abraham Lincoln meninggalkan San Diego pada November 2025 dan dialihkan ke Timur Tengah untuk mendukung operasi militer AS terkait konflik dengan Iran, mencatat rekor modern durasi penugasan di laut. Laporan media militer menyebutkan adanya tekanan mental dan percobaan bunuh diri di kalangan awak kapal.

Di sisi lain, sektor pariwisata dan bisnis lokal berharap kedatangan ribuan personel militer AS dapat membangkitkan ekonomi Pattaya yang sepi sepanjang tahun ini. Wali Kota Pattaya, Poramase Ngampiches, memperkirakan setiap personel bisa menghabiskan 1.000 hingga 3.000 baht per hari. Namun, sebagian uang itu berpotensi mengalir ke industri seks yang telah lama dianggap sebagai salah satu destinasi wisata seks terkemuka di dunia, menurut FBI. Dosen dari Bangkok University, Pipatpong Fakfare, memperingatkan risiko peningkatan eksploitasi seksual dan penyebaran penyakit menular seksual. Presiden Asosiasi Bisnis Hiburan Malam Pattaya, Lisa Hamilton, menyatakan harapan besar atas dampak ekonomi jangka pendek, mengingat belum pernah melihat tahun yang lebih sepi daripada tahun ini.

Previous articleLe Minerale dan BenihBaik Salurkan Bantuan Obat serta Kebutuhan Dasar ke NTT
Next articleLebih 175 Ribu Kendaraan Menunggak Pajak di Kabupaten Sumbawa, Rp64,9 Miliar Masih Menguap