Home Berita Olah Raga Newcastle Tanpa Pilar, Liverpool Diunggulkan Tancap Gas di St James’ Park

Newcastle Tanpa Pilar, Liverpool Diunggulkan Tancap Gas di St James’ Park

Sumbawanews.com,- Liverpool akan bertandang ke St James’ Park pada Sabtu (22/8/2026) malam WIB, membuka musim Liga Inggris 2026/2027 melawan Newcastle United dalam laga yang diprediksi penuh tantangan. Kedua tim tengah berada di fase transisi manajerial—Liverpool digawangi Andoni Iraola menggantikan Arne Slot, sementara Newcastle diarsiteki Matthias Jaissle menggantikan Eddie Howe. Namun, kekalahan besar Newcastle terletak pada kehilangan empat pilar utama: Anthony Gordon, Sandro Tonali, Bruno Guimaraes, dan Kieran Trippier, yang membuat tim tuan rumah jauh lebih rapuh secara struktural dibandingkan lawannya.

Mantan striker Blackburn Rovers, Chris Sutton, menilai kepergian Tonali dan Guimaraes sebagai pukulan berat bagi lini tengah Newcastle. “Mereka dua pemain monster sejati di tengah, yang amat buruk untuk dihadapi. Tapi mereka sudah pergi. Begitu juga pengaruh Anthony Gordon dan pengalaman Kieran Trippier,” ujarnya dikutip BBC. Sutton menekankan bahwa meski Newcastle masih bisa tampil kompetitif, para suporter harus bersikap realistis menghadapi musim yang penuh adaptasi.

Sementara itu, Liverpool meski belum sepenuhnya menemukan bentuk terbaiknya di bawah Iraola—terutama dalam hal pertahanan yang masih goyah di pramusim—dianggap lebih siap secara kualitas individu. Sutton menambahkan, “Semoga sih mereka sudah mampu berlari lebih dari setengah jam sekarang. Meski begitu, menurut saya mereka tidak akan punya masalah di depan.” Prediksi ini sejalan dengan analisis bahwa Liverpool, meski belum ideal, tetap memiliki daya ledak lebih besar di lini serang dibandingkan tim yang kehilangan tiga pemain kunci di lini tengah dan pertahanan.

Laga ini menjadi ujian awal bagi kedua pelatih baru, sekaligus momen penting bagi Newcastle untuk membuktikan ketahanan tim di tengah kehilangan sumber daya besar. Sementara Liverpool berusaha menunjukkan bahwa perubahan di bangku pelatih tidak mengurangi ambisi mereka untuk kembali bersaing di papan atas.

Previous articleMenpora Dukung Penetapan Mantan Pelatih Panjat Tebing sebagai Tersangka Kasus Kekerasan Seksual
Next articlePemain Cadangan yang Angkat Trofi Champions, Tak Dikenang Tapi Bersejarah