Sumbawanews.com,- Liverpool memulai musim 2026/2027 dengan sejumlah pertanyaan besar, terutama di lini depan setelah kepergian Mohamed Salah yang mencetak 257 gol untuk klub. Tanpa sosok yang secara jelas mampu menggantikan kontribusi legenda asal Mesir itu, The Reds terlihat belum siap mempertahankan posisi di empat besar Liga Inggris. Upaya merekrut winger muda Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain gagal karena negosiasi berlarut-larut, sehingga fokus beralih ke Yankuba Minteh dari Brighton & Hove Albion—tawaran pertama yang sudah ditolak, dan kemungkinan besar butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikannya.
Di lini belakang, kedatangan Jeremy Jacquet dan Ronald Araujo sebagai pendatang baru di Liga Inggris belum menjamin stabilitas, sementara pilihan lain seperti Giovanni Leoni masih belum teruji di level kompetitif. Kedalaman skuad menjadi kekhawatiran utama, terutama setelah kehilangan kekuatan ofensif yang selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung tim. Mantan gelandang Liverpool, Danny Murphy, menilai target paling realistis untuk musim ini adalah mempertahankan posisi di empat besar, bukan mengejar gelar. “Mereka mungkin butuh sedikit waktu sebelum kembali menantang gelar,” ujarnya. Murphy juga meragukan apakah keputusan klub untuk mengandalkan Victor Munoz atau meningkatkan peran Rio Ngumoha cukup memadai, atau apakah mereka akan segera mendatangkan pemain seperti Barcola dalam beberapa hari mendatang.
Prediksi superkomputer pun memperkirakan Liverpool tidak diunggulkan di pekan pertama, mencerminkan ketidakpastian yang menyelimuti tim. Meski Virgil van Dijk menegaskan bahwa Liverpool tidak perlu membuktikan diri kepada siapa pun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa transisi pasca-Salah masih jauh dari sempurna. Dengan transfer gagal dan lini depan yang belum terbentuk, perjalanan Liverpool menuju empat besar akan menjadi ujian besar di awal musim ini.















