Sumbawanews.com,- Liverpool akan membuka musim Premier League 2026/2027 dengan laga tandang berat melawan Newcastle United di St James’ Park pada Minggu, 23 Agustus 2026, pukul 22.30 WIB. Kedua tim sama-sama memasuki babak baru di bawah pelatih baru—Andoni Iraola di Liverpool dan Matthias Jaissle di Newcastle—dengan skuad yang mengalami transformasi signifikan selama masa transfer musim panas. Secara historis, Liverpool mendominasi head-to-head, dengan 23 kemenangan dari 35 pertemuan terakhir, sementara Newcastle hanya menang lima kali dan tujuh kali bermain imbang. Namun, pertandingan di kandang Newcastle kerap memunculkan drama, terutama dalam tiga musim terakhir yang selalu ditentukan gol setelah menit ke-90, termasuk dua pertemuan terakhir yang berakhir 3-2 untuk Liverpool di St James’ Park dan 4-1 di Anfield.
Sorotan utama jatuh pada Alexander Isak, yang kembali ke markas mantan klubnya sebagai pemain Liverpool. Kedynamican gerakannya di lini depan dan ketajaman dalam menyelesaikan peluang menjadikannya ancaman utama bagi pertahanan The Reds. Duel antara Isak dengan Malick Thiaw dan Dan Burn diprediksi menjadi kunci taktis pertandingan, mengingat kedua bek Newcastle sangat memahami gaya bermain striker asal Swedia itu. Di lini tengah, Newcastle menghadapi tantangan besar setelah kehilangan Bruno Guimaraes dan Sandro Tonali, sehingga Jaissle harus merancang ulang struktur permainan. Sementara itu, Liverpool juga masih dalam proses penyesuaian ritme di bawah Iraola, dengan pressing menjadi elemen krusial. Jika Newcastle mampu melewati tekanan awal Liverpool, mereka berpeluang mengeksploitasi ruang di belakang pertahanan tamu; sebaliknya, kegagalan mengatasi tekanan bisa membuat mereka kesulitan membangun serangan.
Florian Wirtz, gelandang serang Liverpool, juga menjadi ancaman potensial. Ia diprediksi akan bergerak di ruang antara lini tengah dan pertahanan Newcastle, menciptakan celah dan memberikan umpan-umpan mematikan kepada Isak serta para pemain sayap. Jika Newcastle memberi terlalu banyak ruang di zona tersebut, Liverpool berpotensi mengendalikan jalannya pertandingan dari sektor tengah.















