Sumbawanews.com,- Persebaya belum memutuskan apakah akan memenuhi kuota maksimal 11 pemain asing untuk musim depan. Pelatih Bernardo Tavares menegaskan bahwa keputusan ini tidak akan didasarkan pada angka, melainkan pada kebutuhan taktis dan kualitas skuad. Saat ini, tim berjuluk Bajul Ijo telah memiliki 10 pemain asing—terdiri dari dua pemain yang dipertahankan dari musim sebelumnya dan delapan pemain baru yang direkrut sejak 12 Juli—dengan satu slot tersisa hingga batas akhir bursa transfer pada 21 September 2026.
Tavares, pelatih asal Portugal, menekankan bahwa meski regulasi memungkinkan klub membawa hingga 11 pemain asing, hanya tujuh di antaranya yang bisa turun lapangan dalam satu pertandingan, ditambah dua pemain cadangan. “Mendatangkan pemain hanya demi menggenapi kuota 11 tidak masuk akal,” ujarnya. Ia menambahkan, kekuatan tim bukan ditentukan oleh jumlah pemain asing, melainkan oleh keseimbangan antara pengalaman asing dan jantung tim: pemain lokal.
Bursa transfer Liga Indonesia masih terbuka hingga 21 September, memberi Persebaya waktu sekitar satu bulan untuk memutuskan apakah akan menambah satu pemain asing lagi, memperkuat lini lokal, atau tetap dengan komposisi saat ini. Tavares menegaskan, prioritas utama adalah membentuk tim yang solid dan kompetitif, bukan sekadar memenuhi kuota. “Kami ingin tim yang bagus. Bukan tim yang banyak pemain asingnya,” katanya.
Dengan fokus pada kualitas dan integrasi tim, Persebaya tampaknya lebih memilih strategi jangka panjang daripada tekanan untuk memenuhi angka.















