Sumbawanews.com,- Sebuah helikopter safari jatuh di wilayah terpencil Samburu, Kenya, pada Rabu pagi, 19 Agustus 2026, menewaskan tujuh orang di dalamnya. Di antara korban tewas adalah Direktur Pusat Intelijen Nasional Ekuador, Michele Sensi-Contugi, dan lima warga negara Amerika Serikat. Helikopter jenis Eurocopter EC130 B4 itu jatuh sekitar pukul 09.13 waktu setempat saat terbang dari Loisaba Conservancy menuju kawasan Ewaso Nyiro, dekat Gunung Ololokwe. Pesawat tersebut mengangkut enam penumpang dan satu pilot, dan sedang melayani penerbangan sewaan untuk operator safari &Beyond, milik perusahaan Lady Lori Helicopters.
Kedutaan Besar Amerika Serikat mengonfirmasi kelima korban warga negara AS dan sedang memberikan bantuan konsuler kepada keluarga korban. Identitas lengkap korban belum diumumkan resmi, namun media lokal di Miami melaporkan bahwa José Suárez, presiden dan manajer umum sejumlah stasiun Telemundo di Florida, termasuk di antara yang tewas. NBCUniversal dan Telemundo mengeluarkan pernyataan duka atas kepergian Suárez.
Michele Sensi-Contugi, yang merupakan rekan dekat Presiden Ekuador Daniel Noboa, tewas bersama istrinya, Stephany Hollihan, yang juga merupakan warga negara AS dan Ekuador. Pasangan itu meninggalkan dua anak. Pemerintah Ekuador telah mengonfirmasi kematian Sensi-Contugi dan menyampaikan belasungkawa melalui platform X.
Otoritas Penerbangan Sipil Kenya (KCAA) menyatakan penyelidikan atas kecelakaan masih berlangsung. Helikopter jatuh di medan sulit di kaki Gunung Ololokwe, salah satu destinasi wisata populer di Kenya, yang sering diakses melalui penerbangan udara. Kejadian ini memperkuat kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan domestik di negara tersebut, terutama setelah kecelakaan serupa terjadi pada Februari 2026 yang menewaskan enam orang, termasuk seorang anggota parlemen.















