Sumbawanews.com,- OpenAI meluncurkan versi ChatGPT khusus remaja berusia 13 hingga 17 tahun dengan klaim proteksi keamanan tingkat tinggi, namun uji coba membuktikan fitur ini mudah diakali. Jurnalis Joshua Nelken-Zitser dari Business Insider menguji sistem dengan akun fiktif remaja 15 tahun yang berhasil memaksa chatbot membuat esai 776 kata dari buku The Crucible, meski awalnya menolak. Versi khusus remaja juga mampu memberikan jawaban soal aljabar sulit setara dengan versi standar, menunjukkan celah dalam pembatasan konten. OpenAI mengakui fitur ini masih dalam tahap awal dan akan terus dikembangkan, sementara pakar psikolog Ronald Kellogg memperingatkan ketergantungan pelajar pada AI dapat melemahkan kemampuan berpikir kritis. Pengguna di bawah 13 tahun tetap dilarang, namun pembatasan usia itu pun mudah diterobos.
ChatGPT Khusus Remaja Gagal Hindari Manipulasi
Baca Juga:














