Sumbawanews.com,- OpenAI meluncurkan versi khusus ChatGPT untuk remaja berusia 13 hingga 17 tahun, sebagai respons terhadap kekhawatiran akan dampak kecerdasan buatan pada anak muda. Versi ini dilengkapi fitur kontrol orang tua, mode belajar yang mencegah penyontekan, serta notifikasi istirahat untuk menjaga keseimbangan penggunaan. Pengguna remaja akan otomatis dialihkan ke versi ini saat mengakses layanan, dengan empat prinsip utama: memprioritaskan keselamatan, mendorong dukungan dunia nyata, memperlakukan sesuai usia, dan memberikan transparansi sistem.
Fitur Study Mode memandu remaja langkah demi langkah dalam menyelesaikan tugas sekolah sambil mendeteksi upaya menyontek, sementara Study Hours memungkinkan orang tua mengatur waktu aktif fitur tersebut. Selain itu, sistem juga menyediakan kuis dan visualisasi pembelajaran untuk memperkuat pemahaman.
Dalam daftar tiga berita terpopuler di kanal Tekno, kisah ilmuwan Rusia Ilya Ivanov yang mencoba menciptakan hibrida manusia-simpanse pada 1920-an menjadi sorotan. Eksperimen itu dilakukan di Guinea Prancis dengan menginseminasi simpanse betina menggunakan sperma manusia, dan berencana menginseminasi wanita lokal tanpa persetujuan—namun dihentikan otoritas kolonial. Eksperimen gagal total, dengan hanya satu kera orangutan yang tersisa setelah sejumlah hewan mati.
Berita ketiga membahas trik navigasi gestur di Android yang mempercepat multitasking. Pengguna dapat memanfaatkan geser di layar untuk menggantikan tombol navigasi tradisional, sehingga ruang tampilan lebih luas dan gerakan ibu jari lebih efisien. Fitur ini kini menjadi standar di perangkat seperti Google Pixel 9 Pro XL, sementara Samsung Galaxy Z Fold 5 masih mengandalkan tombol tiga tombol secara bawaan.














