Sumbawanews.com,- Barcelona mulai mengeksplorasi opsi alternatif di lini depan setelah negosiasi merekrut Julián Álvarez dari Atletico Madrid macet, memicu ketertarikan terhadap Viktor Gyokeres dari Arsenal—sebuah perkembangan yang berpotensi mengguncang pasar transfer musim panas 2025. Klub asal Spanyol itu masih mengincar Álvarez sebagai prioritas utama, tetapi Atletico Madrid tetap menolak melepas penyerang Argentina itu meski sang pemain terbuka menginginkan transfer. Dengan kompetisi musim 2026/27 semakin dekat, Barcelona kini mempertimbangkan Gyokeres sebagai solusi cepat, meski belum mengajukan tawaran resmi.
Gyokeres, striker asal Swedia berusia 28 tahun, baru bergabung dengan Arsenal pada musim panas 2025 dengan nilai awal sekitar £55 juta dari Sporting CP. Dalam debutnya di Premier League, ia mencetak 21 gol di semua kompetisi, termasuk 14 gol di liga domestik, menjadikannya salah satu pencetak gol terbanyak tim London Utara. Namun, performanya kerap dikritik karena kurangnya keterlibatan dalam permainan kombinasi dan pembangunan serangan, membuka ruang spekulasi mengenai masa depannya di Emirates Stadium.
Arsenal sendiri sebelumnya dikaitkan dengan upaya merekrut Álvarez, bahkan disebut bersedia memasukkan Gyokeres sebagai bagian dari paket tukar-menukar dengan Atletico Madrid—meski kesepakatan itu tak pernah terwujud. Kini, ketertarikan Barcelona terhadap Gyokeres berpotensi mengubah dinamika transfer menjadi persaingan tiga arah: Barcelona ingin Álvarez, Arsenal juga menginginkannya, dan Gyokeres menjadi aset bernilai tinggi yang bisa menjadi kunci negosiasi.
Atletico Madrid tetap bersikeras mempertahankan Álvarez, bahkan presiden klub Miguel Ángel Gil Marín menegaskan tidak ada niat menjualnya, meski tawaran besar datang. Sementara itu, pelatih Diego Simeone memutuskan tidak memasukkan Álvarez ke skuad untuk laga pembuka LaLiga melawan Málaga, dengan alasan kebugaran pasca-Piala Dunia—sekaligus memperkuat spekulasi bahwa masa depannya di Metropolitano semakin tidak pasti.
Bagi Arsenal, melepas Gyokeres setelah hanya satu musim berarti menghadapi risiko besar: kehilangan pencetak gol utama sekaligus kekurangan waktu untuk mencari pengganti yang setara. Namun, jika Barcelona benar-benar mengajukan tawaran, The Gunners mungkin terpaksa mempertimbangkan menjualnya demi membiayai perekrutan baru—terutama jika peluang mendapatkan Álvarez tetap terbuka. Hingga kini, semua masih dalam tahap spekulasi, tetapi tekanan waktu dan kebutuhan strategis membuat situasi ini semakin panas menjelang penutupan bursa transfer.















