Sumbawanews.com,- Di China, hewan peliharaan berbasis kecerdasan buatan kini menjadi sarana pelampiasan stres bagi para karyawan, terutama di kalangan pekerja muda. Dengan memanfaatkan teknologi AI, pengguna dapat menciptakan avatar virtual yang meniru sosok atasan, teman, atau bahkan hewan peliharaan yang telah meninggal—dengan perilaku yang bisa diprogram, seperti bersujud, mengucapkan “aku salah,” atau mengingatkan untuk minum air. Fenomena ini berkembang pesat sejak awal Agustus 2026, setelah sejumlah pengguna internet membagikan cara membuat karakter virtual yang merespons interaksi mouse dengan cara lucu atau simbolis, termasuk merangkak di tepi layar atau menyajikan teh. Beberapa pengguna mengaku menggunakan fitur ini sebagai pengganti emosional karena tidak bisa membawa hewan nyata ke kantor, sementara yang lain memanfaatkannya untuk mengenang hewan kesayangan yang telah tiada, dengan memprogram gerakan dan suara khas sang hewan. Namun, para ahli hukum memperingatkan risiko pelanggaran hak citra jika karakter AI meniru orang nyata tanpa izin, terutama untuk tujuan yang merendahkan.
Hewan Peliharaan AI Jadi Pelampiasan Stres Karyawan di China
Baca Juga:















