Sumbawanews.com,- Mayor Jenderal Uzi Dayan, tokoh dekat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengatakan Israel sedang mempersiapkan serangan pendahuluan terhadap Iran. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara televisi, di mana ia menegaskan negaranya kini berada dalam “perang demi eksistensinya” dan tidak bisa sepenuhnya mengandalkan Amerika Serikat dalam menangani ancaman dari Teheran. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan atas program nuklir dan kapabilitas militer Iran.
Laporan dari Middle East Monitor, Rabu (19/8/2026), menyebut Dayan menekankan perlunya kebebasan aksi militer independen jika AS dianggap tidak mengambil langkah yang cukup tegas. Di waktu yang sama, The Telegraph melaporkan bahwa AS dan Israel tengah mempertimbangkan penerapan blokade darat terhadap Iran sebagai bagian dari upaya memperketat tekanan ekonomi. Rencana ini dibahas dalam pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Netanyahu di Ruang Oval Gedung Putih pekan ini.
Blokade darat dianggap sebagai salah satu opsi untuk memaksa Iran kembali ke meja perundingan, namun keberhasilannya bergantung pada dukungan negara-negara tetangga, seperti Pakistan dan Irak—yang diperkirakan enggan berpartisipasi. Pemerintah AS juga menyadari bahwa langkah semacam itu berisiko memicu balasan Iran yang bisa mengancam stabilitas ekonomi dan keamanan negara-negara yang terlibat.















