Sumbawanews.com,- Jonatan Christie mengaku sempat dilanda kepanikan hebat saat menghadapi Jason Teh Jia Heng di babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026, meski sebelumnya telah unggul 6-0 dalam head-to-head. Pemain berusia 28 tahun itu mengakui kegugupan memengaruhi permainannya di gim pertama, di mana ia keraguan dalam menerapkan strategi yang telah disiapkan. “Tadi mainnya masih terlalu tegang, agak panik dan tidak percaya buat penggunaan strategi, pola yang sudah disiapkan jadi serba ragu sampai pertengahan gim pertama,” ujarnya dalam rilis resmi PBSI. Meski akhirnya mampu bangkit dan mengejar skor, ia mengakui kesalahan dalam pemilihan pukulan di poin-poin kritis membuat laga jauh lebih sulit dari yang diharapkan.
Kegugupan kembali muncul di gim kedua ketika Jonatan unggul 14-20 dan mengira lawan akan menyerah serta fokus ke gim ketiga. Namun, Jason Teh justru mengubah pola permainan, memaksa Jonatan bertahan dan memperkecil selisih skor. “Itu membuat dia dapat banyak poin dan saya lumayan panik, beruntung bisa menyelesaikan,” kata Jonatan. Di gim penentu, ia mengaku permainan lawan lebih terbaca, memungkinkannya mengendalikan ritme dan menutup laga dengan kemenangan.
Kemenangan ini, meski sempat terasa rapuh, menjadi pelajaran berharga bagi Jonatan. Ia menyadari bahwa pengalaman masa lalu tidak selalu menjamin hasil di pertandingan berikutnya. “Agak susahnya hal ini bukan mutlak matematika, jadi ketika yang dipelajari kemarin, bisa berbeda di hari ini atau next pertandingannya. Banyak situasi yang membuat beda, mungkin dari kondisinya, mood feel-nya atau segala macam,” ujarnya. Jonatan kini memilih menikmati proses setiap hari, bukan hanya hasil akhir, sebagai kunci bertahan di puncak dunia.















