Home Berita Olah Raga Mental Timnas Diuji, Mantan Exco PSSI Bandingkan Shin Tae-yong dan John Herdman

Mental Timnas Diuji, Mantan Exco PSSI Bandingkan Shin Tae-yong dan John Herdman

Sumbawanews.com,- Mantan anggota Komite Eksekutif PSSI, Hasani Abdulgani, membandingkan pendekatan psikologis Shin Tae-yong dan John Herdman dalam membina mental tim nasional Indonesia, menyusul performa tim pasca kegagalan di Piala AFF 2026. Ia menilai perbedaan latar belakang budaya kedua pelatih memengaruhi cara mereka membangun semangat juang para pemain, terutama saat menghadapi tekanan dan situasi tertinggal.

Hasani menyoroti perubahan signifikan yang dibawa Shin Tae-yong selama menangani Timnas Indonesia, bukan hanya dari sisi prestasi dan peringkat FIFA, tetapi juga dalam pemberdayaan pemain muda seperti Asnawi Mangkualam, Egy Maulana Vikri, Pratama Arhan, Marselino Ferdinan, dan Rizky Ridho. Ia juga menekankan peran Shin dalam mengintegrasikan pemain keturunan—Justin Hubner, Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, Calvin Verdonk, dan Kevin Diks—ke dalam skuad Garuda. Bahkan, pendekatan pelatih asal Korea Selatan itu dikatakan turut memengaruhi pelatih tim U-17, Nova Arianto, dalam mempersiapkan laga melawan Korea Selatan.

Setelah kekalahan 0-3 dari Vietnam di fase grup Piala AFF 2026 dan kegagalan bangkit setelah unggul 1-0 melawan Singapura, Hasani menilai mental tim kini berbeda jauh dari era Shin. “Saya tidak melihat mental pemain waktu ketinggalan, itu di era STY (fightback-nya),” ujarnya. Menurutnya, semangat bertarung demi merah putih yang kental di masa Shin kini tampak redup.

Hasani menilai Shin, sebagai pelatih Asia, memahami secara intuitif nilai-nilai perjuangan dalam konteks budaya lokal. “Semua pemain ini, ‘masa buat negara, dia nggak ada fight,’” katanya, menambahkan bahwa Shin mungkin terinspirasi oleh semangat kompetitif Korea yang selalu mengejar keunggulan atas tetangga seperti Jepang. Sementara itu, ia melihat John Herdman sebagai pelatih asal Inggris yang mungkin tidak terpikirkan untuk menekankan semangat “fight” dalam konteks yang sama, karena latar belakang negaranya yang dianggap sebagai kekuatan global.

Hasani tidak menyatakan pendekatan Herdman lebih buruk, tetapi menekankan adanya kekosongan dalam semangat juang yang dulu menjadi ciri khas Timnas di bawah Shin. “Mungkin karena STY orang Asia, jadi mungkin paham, dia lihat juga, ‘ini kok mainnya begini-gini aja, nggak ada fight.’ Itu salah satu saya lihat missing,” pungkasnya.

Previous articleHuawei Pura 90s Series 5G Siap Meluncur dengan Kamera 200MP dan AI Canggih
Next articlePort Ethernet 2,5G Jadi Kunci Kecepatan Jaringan Lokal