Home Berita Nasional Dari Santunan ke Kemandirian, PEKA Bangkitkan Ekonomi Keluarga Pekerja

Dari Santunan ke Kemandirian, PEKA Bangkitkan Ekonomi Keluarga Pekerja

Sumbawanews.com,- BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan secara nasional Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) di Bandung, Selasa (18/8), sebagai upaya mendorong keluarga pekerja yang kehilangan pencari nafkah untuk bangkit secara ekonomi. Program ini tidak sekadar memberikan santunan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan melalui pelatihan keterampilan, wirausaha, dan akses ke ekosistem ekonomi lokal. Kegiatan yang diresmikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat, dan perwakilan Wali Kota Bandung itu diikuti serentak di 45 titik seluruh Indonesia, melibatkan 1.426 penerima manfaat. PEKA bertujuan mengubah pola penerimaan bantuan dari konsumtif menjadi produktif, agar manfaat jaminan sosial menjadi fondasi kemandirian jangka panjang.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai inisiatif ini sebagai terobosan penting yang sejalan dengan Asta Cita Ke-6 Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. “Idenya luar biasa. BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sampai memberikan uang atau santunan, tapi juga mengawal bagaimana uang itu bisa bermanfaat secara berlanjut,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kemandirian adalah kunci utama, dan Kementerian Ketenagakerjaan siap berkolaborasi untuk mendampingi penerima manfaat dan ahli waris dalam mengembangkan usaha yang berkelanjutan, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menjelaskan, PEKA lahir dari kekhawatiran bahwa santunan yang diterima bisa habis terkonsumsi tanpa meninggalkan jejak ekonomi jangka panjang. “Kami ingin mendorong shifting dari menerima manfaat menjadi memiliki daya, dan pada akhirnya menjadi mandiri,” katanya. Pelatihan yang diberikan disesuaikan dengan potensi lokal, mencakup kuliner, tata boga, kerajinan tangan, digital marketing, florist, barista, jahit, make up, laundry, reseller, dan berbagai bentuk usaha lainnya. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, perbankan, perguruan tinggi, komunitas, dan dunia usaha menjadi tulang punggung pelaksanaan program ini.

Keberhasilan PEKA, menurut Saiful, tidak diukur dari jumlah peserta atau pelatihan yang diadakan, tetapi dari kemampuan penerima manfaat untuk menghasilkan penghasilan berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja. Harapannya, para penerima manfaat tidak hanya bertahan, tetapi menjadi tulang punggung ekonomi baru di tingkat komunitas.

Previous articleIdentitas Palsu Tipu PM Inggris, Burnham Nyaris Terkecoh
Next articlePrabowo Kirim 65 Ton Bantuan ke NTT Lewat Lima Pesawat TNI AU