Sumbawanews.com,- Pertandingan Timnas Indonesia vs Singapura yang berakhir imbang 1-1 pada laga terakhir Grup A Piala AFF 2026, Jumat 7 Agustus 2026, di Stadion Jalan Besar, memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat. Insiden pada menit ke-55 antara Ivar Jenner dan Song Ui-young menjadi pusat kritik, ketika wasit Abdullah Salim Khalfan Al Amouri awalnya memberi kartu kuning kepada kedua pemain, lalu membatalkannya setelah meninjau ulang via VAR. Kritik paling tajam datang dari pengamat Tommy Welly alias Bung Towel, yang menyebut tindakan Jenner “kampungan” di momen krusial, saat Indonesia unggul dan menguasai momentum. Ia menilai insiden itu menjadi titik balik yang memicu penyamaan skor oleh Ilhan Fandi pada menit ke-66, menghancurkan peluang Garuda lolos ke semifinal.
Di sisi lain, pengamat Hadi Gunawan alias Bung Ahay membela Ivar Jenner, menilai ekspresi emosional sang pemain bukanlah sikap kampungan, melainkan karakter khas pemain Eropa yang bermain dengan semangat tinggi dan ekspresif. “Dia lebih menggebu-gebu untuk bermain, untuk mengeluarkan semua kemampuannya. Memang itu karakter orang Eropa, dia lebih vulgar dalam melampiaskan ekspresinya,” ujar Bung Ahay dalam podcast Bangku Cadangan, dikutip 16 Agustus 2026. Ia juga mengalihkan fokus ke masalah taktis, menyoroti bahwa trio gelandang Marc Klok, Ivar Jenner, dan Thom Haye cenderung bermain lebih dalam, sehingga Mitchell Baker di lini depan kekurangan variasi serangan. Menurutnya, serangan Indonesia terlalu monoton, terfokus hanya pada tiga jalur—kanan, kiri, dan tengah—tanpa opsi alternatif yang membebaskan striker utama.
Hasil imbang itu membuat Timnas Indonesia finis di peringkat ketiga Grup A dengan tujuh poin, tertinggal dari Singapura (8 poin) dan Vietnam (10 poin) yang menang 3-1 atas Kamboja. Sementara itu, pelatih John Herdman dikabarkan tengah mengevaluasi skuad menjelang FIFA ASEAN Cup 2026, dengan kondisi cedera dan proses pemulihan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan pemanggilan pemain.















