Home Berita Olah Raga Prabowo Usulkan Kewarganegaraan Ganda Terbatas untuk Atlet dan Talenta Istimewa

Prabowo Usulkan Kewarganegaraan Ganda Terbatas untuk Atlet dan Talenta Istimewa

Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto mengusulkan perubahan undang-undang untuk membuka kewarganegaraan ganda secara terbatas bagi warga negara Indonesia dengan talenta istimewa yang mampu memberikan sumbangan luar biasa bagi kepentingan nasional. Usulan ini disampaikan dalam pidato penyampaian Rancangan Undang-Undang APBN 2027 dan Nota Keuangan di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026. Salah satu kelompok yang secara khusus disebut sebagai prioritas adalah atlet, terutama pemain sepak bola profesional kelas dunia yang berkarier di luar negeri.

Prabowo menekankan bahwa pemerintah tidak ingin memaksa talenta terbaik Indonesia memilih antara kesempatan berkarya di kancah global dan ikatan emosional dengan Tanah Air. Ia menyoroti bahwa jutaan diaspora Indonesia tersebar di berbagai negara, termasuk ilmuwan, dokter, insinyur, ahli kecerdasan buatan, pengusaha, seniman, dan atlet—sebagian di antaranya mengambil kewarganegaraan asing demi kebutuhan karier atau keluarga. Kebijakan ini dirancang untuk menjaga hubungan strategis dengan mereka tanpa mengorbankan kedaulatan negara.

Kebijakan yang diusulkan bersifat selektif dan terukur, dengan mekanisme uji integritas, kewajiban jelas, serta perlindungan penuh terhadap keamanan dan kepentingan nasional. Status sebagai pemain sepak bola profesional tidak otomatis memberikan hak atas kewarganegaraan ganda; hanya mereka yang dinilai memberikan kontribusi strategis bagi Indonesia yang akan dipertimbangkan. Pemain yang memperoleh kewarganegaraan ganda tetap harus memenuhi regulasi FIFA terkait kelayakan membela Timnas Indonesia, termasuk aturan perpindahan asosiasi jika sebelumnya pernah memperkuat negara lain.

Dengan demikian, dampak utama kebijakan ini bagi sepak bola Indonesia bersifat jangka panjang: memperkuat ikatan dengan pemain diaspora, memperluas basis talenta, dan menciptakan ruang lebih luas bagi kontribusi mereka bagi perkembangan sepak bola nasional. Pemerintah menegaskan, inti kebijakan ini bukan sekadar soal paspor, melainkan tentang mencegah kehilangan talenta terbaik karena pilihan karier global.

Di tengah upaya ini, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengungkapkan bahwa anggaran pelatnas menjelang Asian Games 2026 telah naik menjadi Rp222 miliar, dengan tambahan dana kontingen sebesar Rp61 miliar, menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

Previous articleOrmas Protes Tantangan Hafal Alquran Berhadiah Miras di OT Building
Next articleManusia Sering Pilih Pilihan Lama Meski Ada yang Lebih Baik