Sumbawanews.com,- Legenda sepak bola Belanda Ruud Gullit menilai Marcus Rashford berpeluang menjadi rekrutan terbaik Manchester United pada musim panas ini, menyusul kepulangannya dari Barcelona. Pemain berusia 28 tahun itu kembali ke Old Trafford setelah masa pinjaman satu musim di Spanyol, di mana ia tampil lebih percaya diri dan produktif dibandingkan saat berada di Manchester United. Meski sempat dipertimbangkan untuk dibeli permanen oleh Barcelona dengan harga sekitar 26 juta poundsterling, klub Catalan justru memilih menggaet Anthony Gordon dari Newcastle, sehingga Rashford kembali ke tim asal Inggris. Saat ini, Manchester United menetapkan harga jual sebesar 40 juta poundsterling, namun belum ada klub serius yang menawar, membuka peluang besar bagi Rashford untuk memperkuat Setan Merah di musim depan.
Gullit, yang pernah melatih Chelsea, menekankan bahwa peningkatan performa Rashford di Barcelona bukan semata hasil perkembangan pribadi, melainkan juga dampak dari lingkungan baru yang lebih mendukung. “Dia belajar banyak di Barcelona dan bermain jauh lebih baik, dengan kebebasan yang jauh lebih besar dibandingkan saat dia bermain di Manchester United,” ujar Gullit kepada Sport Witness. Ia menyoroti bagaimana perubahan sistem permainan dan peran yang diberikan kepada Rashford di Camp Nou memungkinkannya mengekspresikan kemampuan terbaiknya, termasuk saat mencetak gol pembuka dalam laga El Clásico melawan Real Madrid pada 11 Mei 2026.
Pertanyaan besar yang muncul, menurut Gullit, adalah apakah krisis konsistensi Rashford di Old Trafford selama bertahun-tahun benar-benar disebabkan oleh kurangnya kualitas pemain, atau justru oleh struktur dan dinamika klub yang tidak cocok dengannya. “Sangat mudah untuk menunjuk pemain sebagai penyebabnya. Namun, jika dia tampil baik di tempat lain, itu menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak berjalan dengan baik di lingkungan sebelumnya,” tegasnya. Kepulangan Rashford kini bukan sekadar kembalinya seorang pemain, tapi momen untuk membuktikan bahwa ia masih mampu bersaing di level tertinggi — dan mungkin, menjadi kunci baru bagi masa depan Manchester United.
Pada laga terakhirnya bersama MU, Rashford bertepuk tangan kepada suporter setelah kekalahan 0-2 dari Newcastle United di Old Trafford pada 31 Desember 2024. Meski tak mencetak gol, aksinya menjadi simbol ketahanan mental yang kini diharapkan bisa berkembang lebih jauh di bawah tekanan baru.















