Home Berita Olah Raga Lima Kandidat Kuat Pengganti Presiden FIFA yang Mengancam Infantino

Lima Kandidat Kuat Pengganti Presiden FIFA yang Mengancam Infantino

Sumbawanews.com,- Muncul lima nama kuat yang siap menggantikan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA menjelang Kongres Pemilihan Maret 2027, menyusul meningkatnya oposisi terhadap kepemimpinannya. Para calon ini berasal dari berbagai konfederasi dan latar belakang, mulai dari pemimpin federasi benua hingga tokoh non-federasi yang punya pengaruh finansial dan reputasi kuat. Mereka dijajaki sebagai alternatif yang bisa menghentikan rencana Infantino untuk mempertahankan kursi kepresidenan, terutama jika pemilihan berlangsung dengan hanya dua kandidat.

Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, Presiden AFC sekaligus Wakil Presiden Senior Dewan FIFA, menjadi salah satu penentang paling vokal Infantino. Meski belum membentuk aliansi resmi, keberanian AFC menentang kebijakan Infantino menjadikannya kandidat serius dengan jaringan politik di Asia. Di sisi lain, Victor Montagliani, Presiden CONCACAF, juga terus membangun dukungan; dari 37 anggota konfederasinya, hanya Meksiko yang tidak mendukungnya. Media Inggris The Paper melaporkan Montagliani sedang aktif menjajaki pencalonan, dengan kapasitas kepemimpinan yang dianggap mumpuni.

Aleksander Ceferin, Presiden UEFA, meski pernah menyatakan tidak akan mencalonkan diri lagi di UEFA, kini mendapat desakan kuat dari sejumlah anggota untuk maju sebagai Presiden FIFA demi memulihkan kredibilitas organisasi. Kritiknya terhadap inovasi kontroversial Infantino telah membuatnya dianggap sebagai simbol reformasi. Sementara itu, Nasser Al Khelaifi, meski tidak memimpin federasi sepak bola atau duduk di struktur FIFA, dianggap sebagai ancaman finansial dan strategis. Pemilik Paris Saint-Germain ini dikenal punya sumber daya besar dan dianggap memiliki kekuatan alami tanpa ambisi politik yang berlebihan.

Terakhir, Lise Klaveness, Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia dan mantan pemain internasional, muncul sebagai calon ideal dari sisi integritas dan visi. Sebagai pengacara dan tokoh yang kritis terhadap Infantino sejak 2023, ia membawa kombinasi unik antara pengalaman lapangan, hukum, dan kepemimpinan yang membawa peningkatan signifikan bagi sepak bola Norwegia. Klaveness kini menjadi simbol perubahan yang diidamkan sebagian besar anggota FIFA yang ingin mengembalikan organisasi ke jalur transparan dan berintegritas.

Previous articleElliott Anderson Tancap Gas Hadapi Musim Baru Usai Pahit Terhenti di Semifinal Piala Dunia
Next articlePersib Bandung Siap Hadapi Uji Coba dan Kualifikasi ACL 2