Sumbawanews.com,- Studi dari Center for Children and Families, Florida International University (FIU), mengungkap bahwa tingkat stres orang tua secara langsung berkorelasi dengan peningkatan durasi anak menatap layar perangkat elektronik. Survei terhadap 822 orang tua dengan anak berusia 4–8 tahun menemukan bahwa saat orang tua merasa lelah atau tertekan, mereka cenderung memberikan ponsel atau tablet sebagai solusi cepat untuk menenangkan anak sekaligus melonggarkan pengawasan, terutama saat libur sekolah atau saat harus menyelesaikan pekerjaan rumah.
Psikolog Jeff Temple dari UTHealth Houston menyatakan penggunaan ponsel dalam batas tertentu masih wajar, tetapi menjadi masalah jika tidak diatur saat transisi dari libur ke masa sekolah. American Academy of Pediatrics (AAP) memperingatkan bahwa penggunaan berlebihan pada balita dapat memicu tantrum, sementara pada anak usia 6–12 tahun berisiko menurunkan fokus, kemampuan kognitif, dan prestasi akademik. Pakar pediatri Tiffany Munzer dari University of Michigan menyarankan pendekatan bertahap untuk mengurangi waktu layar, seperti mengganti aktivitas menonton video dengan kegiatan fisik atau membaca. Profesor Jason Nagata dari University of California menekankan pentingnya meninjau ulang aturan keluarga terkait media selama masa kembali ke sekolah, dengan menerapkan panduan 5C dari AAP—Child, Content, Calm, Crowding Out, dan Communication—untuk mengatur penggunaan perangkat tanpa menimbulkan rasa bersalah pada orang tua.















