Sumbawanews.com,- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengungkapkan pemerintah sedang mematangkan dua rancangan undang-undang penting: RUU Keamanan dan Ketahanan Siber serta RUU Satu Data Indonesia. Kedua payung hukum ini dirancang untuk memperkuat arsitektur keamanan siber nasional dan menyatukan tata kelola data pemerintah secara terpadu. Penyusunan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber dipimpin oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sementara RUU Satu Data Indonesia bertujuan meningkatkan kualitas dan integritas tata kelola data nasional. Nezar menyampaikan hal ini saat menghadiri peresmian ITSEC Cyber & AI Academy di Jakarta pada Senin, 10 Agustus 2026.
Ia menekankan bahwa eskalasi ancaman siber yang kian masif menjadi alasan mendesak untuk segera menyelesaikan regulasi ini, agar pemerintah memiliki dasar hukum yang kuat dalam melindungi aset data strategis bangsa. Selain regulasi, Nezar menambahkan, kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci utama. Komdigi terus mendorong program pelatihan digital, termasuk modul pelatihan kecerdasan buatan yang akan disinergikan dengan ITSEC Cyber & AI Academy untuk menutup kesenjangan kompetensi antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
CEO ITSEC Asia, Patrick Rudolf Dannacher, mendukung upaya ini dengan menyediakan ratusan modul pelatihan terapan yang mencakup mitigasi risiko siber dan ancaman AI masa depan. Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah sangat krusial untuk membangun ekosistem talenta yang tangguh, sehingga Indonesia tidak hanya mampu menghadapi tantangan siber saat ini, tetapi juga siap menyongsong masa depan digital yang aman.















