Sumbawanews.com,- Atlet angkat besi Eko Yuli Irawan berpotensi mencatatkan sejarah baru dengan tampil di enam edisi Asian Games jika terpilih membela Indonesia di ajang 2026 di Aichi-Nagoya. Pada usia 37 tahun, atlet asal Lampung itu telah dipastikan masuk dalam daftar skuad angkat besi Indonesia untuk Asian Games 2026, yang berlangsung dari 19 September hingga 4 Oktober mendatang, dan akan menjadi penampilan kelima sekaligus keenamnya di ajang multi-event terbesar Asia.
Eko pertama kali tampil di Asian Games 2006 di Doha saat berusia 17 tahun, mengikuti kelas 56 kg dan finis di posisi keenam. Empat tahun kemudian di Guangzhou 2010, ia meraih perunggu di kelas 62 kg dengan total angkatan 311 kg (141 kg snatch dan 170 kg clean and jerk). Pada Asian Games 2014 di Incheon, ia kembali membawa pulang perunggu dengan angkatan 142 kg snatch dan 166 kg clean and jerk. Prestasi puncaknya tercapai di Jakarta 2018, ketika ia merebut emas pertamanya dengan total angkatan 311 kg—sama seperti di Guangzhou—namun dengan catatan lebih konsisten di tengah tekanan menjadi tuan rumah.
Namun, di Asian Games 2022 di Hangzhou, Eko gagal meraih medali setelah tiga kali gagal dalam clean and jerk meski berhasil mengangkat 145 kg di snatch. Jika ia tampil di Aichi-Nagoya 2026, ia akan memecahkan rekor sebagai atlet angkat besi Indonesia dengan penampilan terbanyak di Asian Games, melampaui catatan lima edisi yang selama ini dipegangnya. Dengan pengalaman, ketahanan, dan tekad yang tak tergoyahkan, Eko Yuli Irawan bukan sekadar atlet—ia adalah simbol ketahanan olahraga Indonesia.















