Sumbawanews.com,- Appleās Safari, meski dikenal hemat daya dan punya proteksi privasi ketat, memiliki tiga kelemahan signifikan yang bisa mengganggu pengalaman pengguna di luar ekosistem Apple. Pertama, pilihan ekstensi Safari sangat terbatas dibanding Chrome atau Firefox, dan semua ekstensi hanya tersedia melalui App Store, membuat pencarian menjadi rumit karena tercampur dengan aplikasi lain. Kedua, pembaruan Safari terikat pada rilis sistem operasi macOS, iPadOS, atau visionOS, sehingga fitur baru sering terlambat hadir dan tidak ada opsi kustomisasi tampilan seperti tema atau fitur tab vertikal. Ketiga, Safari kurang kompatibel dengan situs web lama atau alat B2B yang dirancang khusus untuk Chrome, sementara kemampuan Web Inspector-nya pun masih kalah mendalam dibandingkan pesaingnya, ditambah pembatasan standar web tertentu demi alasan keamanan dan privasi.















