Sumbawanews.com,- Jose Mourinho memperkenalkan serangkaian aturan ketat di Real Madrid mulai awal Agustus 2026, dengan fokus pada kekompakan tim, nutrisi terstruktur, ketepatan waktu, dan pemulihan terpadu. Pelatih asal Portugal itu menghidupkan kembali tradisi makan bersama antara pemain dan staf pelatih di kompleks latihan Valdebebas, sebuah praktik yang sempat hilang bertahun-tahun. Setiap pemain wajib tiba satu jam sebelum latihan dimulai, dan yang terlambat akan dihukum dengan sesi latihan mandiri di gym, terpisah dari tim. Ahli gizi kini memiliki wewenang penuh menentukan menu sarapan dan camilan sore, menggantikan pilihan pribadi dengan rencana nutrisi berbasis performa. Selain itu, semua proses pemulihan cedera wajib dilakukan di fasilitas klub, dilarang keras dilakukan di luar pengawasan staf medis Real Madrid.
Mourinho, yang dikenal tegas namun dekat dengan pemain, percaya bahwa kebersamaan bukan sekadar slogan, tapi fondasi kesuksesan. Sumber internal klub mengaku suasana di Valdebebas kini lebih hangat dan terfokus. “Mourinho ingin memupuk semangat kelompok dan rasa kebersamaan, hal ini sungguh menarik,” ujar salah satu sumber. “Suasananya sangat, sangat bagus,” tambahnya. Langkah-langkah ini menandai perubahan budaya mendalam di Real Madrid, yang sebelumnya lebih mengutamakan kebebasan individu. Dengan disiplin yang terukur dan sistem yang jelas, klub berharap bisa membangun tim yang tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga secara psikologis—siap menghadapi tantangan di Liga Spanyol dan Eropa.















