Home Berita Olah Raga Persebaya Juara Piala Presiden 2026 Usai Kalahkan Persib di Adu Penalti

Persebaya Juara Piala Presiden 2026 Usai Kalahkan Persib di Adu Penalti

Sumbawanews.com,- Piala Presiden 2026 berakhir dengan kemenangan dramatis Persebaya Surabaya atas Persib Bandung lewat adu penalti 6-4, usai bermain imbang 1-1 dalam waktu normal dan perpanjangan waktu di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Gol Ramadhan Sananta di menit ke-32 membawa Bajul Ijo unggul, sebelum Patricio Matricardi menyamakan kedudukan untuk Persib pada menit ke-67. Kemenangan ini menjadi gelar pertama Persebaya dalam sejarah ajang pramusim yang digelar sejak 2015, sekaligus menyamai catatan juara Arema FC, Persib, Persija, dan Port FC.

Turnamen edisi ke-8 ini tidak hanya menjadi ajang persaingan ketat antar klub top Indonesia, tetapi juga menjadi laboratorium uji coba bertaraf internasional. Tiga tim asing—Tampines Rovers (Singapura), DPMM (Brunei Darussalam), dan Port FC (Thailand)—ikut berpartisipasi, memberikan tantangan nyata bagi tim-tim Indonesia yang akan bersaing di kompetisi Asia musim depan. Persib, yang akan tampil di Liga Champions Asia II, dan Persebaya yang bersiap menghadapi tantangan di Liga Champions Asia Elite, mendapat ujian berharga melalui laga-laga sengit seperti kemenangan Persib atas Port FC dan kekalahan Persebaya dari PSMS Medan.

Secara keseluruhan, 16 pertandingan mempertontonkan 38 gol, menunjukkan intensitas tinggi sepanjang turnamen. Di luar lapangan, Piala Presiden 2026 menjadi contoh penyelenggaraan olahraga yang berbasis nilai luhur. Dengan total pendanaan Rp100 miliar dari sponsor, turnamen ini dikelola sepenuhnya tanpa dana APBN, APBD, atau BUMN. PricewaterhouseCooper (PwC) kembali bertindak sebagai auditor independen untuk kesekian kalinya, memastikan transparansi keuangan. Juara mendapat hadiah Rp8 miliar, runner-up Rp3,5 miliar, peringkat tiga Rp2,5 miliar, dan peringkat empat Rp1,5 miliar, sementara tim yang tidak lolos ke semifinal tetap menerima apresiasi Rp250 juta.

Piala Presiden 2026 juga menjadi mesin penggerak ekonomi lokal. Sebanyak 165 pedagang di Bandung, Surabaya, dan Bali merasakan peningkatan omzet berkat gelaran ini. Siaran televisi oleh Emtek mencatat rekor tertinggi: rating 4,3 dan TV share 24,5, dengan total penonton mencapai 172 juta orang menurut data Nielsen—naik 16 persen dari edisi sebelumnya. Kampanye “Datang Bersih, Pulang Bersih” yang melibatkan 325 relawan dari komunitas seperti Metamorfosa, Rumah Bintang Bandung, dan Trash Ranger Bali, berhasil mendaur ulang sampah menjadi produk bernilai ekonomi, menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Piala Presiden bukan hanya tentang siapa yang mengangkat trofi. Ini tentang sportivitas, daya juang, keberlanjutan, dan kepedulian terhadap ekonomi kerakyatan,” ujar Maruarar Sirait, Ketua Steering Committee, dalam acara penutupan. Ia menegaskan, keberhasilan turnamen ini adalah buah dari konsistensi delapan tahun tanpa intervensi dana publik, serta arahan tegas dari Presiden Prabowo Subianto. “Kepercayaan tidak dibangun dalam semalam. Ini hasil dari tata kelola baik, transparansi, dan konsistensi.”

Previous articleIndonesia Gagal Lagi ke Semifinal Piala AFF, Kegagalan Beruntun Kedua
Next articleRizky Ridho Minta Maaf, Indonesia Gagal Lolos dari Piala AFF 2026