Home Berita Nasional Pengacara Muhammad Sholeh Meninggal, Warisannya Ubah Sistem Pemilu Indonesia

Pengacara Muhammad Sholeh Meninggal, Warisannya Ubah Sistem Pemilu Indonesia

Sumbawanews.com,- Pengacara Muhammad Sholeh, sosok yang dikenal dengan slogan “No Viral No Justice”, meninggal dunia pada Jumat, 7 Agustus 2026, pagi. Lahir di Sidoarjo pada 2 Oktober 1976, Sholeh dikenal sebagai advokat konstitusi yang memperjuangkan keadilan melalui judicial review di Mahkamah Konstitusi, bukan lewat jalur pidana atau perdata. Ia menjadi tokoh kunci dalam mengubah sistem pemilu Indonesia dengan gugatan yang diajukan pada 2008, yang akhirnya melahirkan sistem proporsional terbuka berbasis suara terbanyak—mekanisme yang masih berlaku hingga kini.

Gugatan bernomor 22/PUU-VI/2008 yang diajukan Sholeh menantang aturan yang memungkinkan calon legislatif ditetapkan berdasarkan nomor urut partai, meski memperoleh suara lebih sedikit daripada lawannya. Ia berargumen bahwa praktik itu melanggar prinsip persamaan di depan hukum dan melemahkan kedaulatan suara rakyat. Pada 23 Desember 2008, Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatannya, menetapkan bahwa kursi legislatif harus diberikan kepada calon dengan suara terbanyak, bukan berdasarkan urutan dalam daftar partai. Putusan ini menjadi salah satu tonggak terpenting dalam sejarah demokrasi pemilu Indonesia.

Pada 2023, Sholeh kembali tampil sebagai pihak terkait yang menolak usulan kembali ke sistem proporsional tertutup, menegaskan bahwa sistem suara terbanyak adalah bentuk penghormatan terhadap pilihan langsung pemilih. Ia tidak hanya dikenal sebagai pengacara, tetapi juga sebagai aktivis reformasi 1998 yang konsisten memperjuangkan transparansi dan keadilan hukum, terutama ketika kasus-kasus publik diabaikan hingga viral di media sosial. Jejaknya tetap hidup dalam setiap pemilu legislatif, di mana suara rakyat, bukan nomor urut, menentukan siapa yang duduk di parlemen.

Previous articleVietnam Menang 3-0, Nguyen Hai Long Tanggapi Sindiran Justin Hubner
Next articlePenembakan di Sekolah Thailand Tewaskan Guru dan Pelaku