Home Berita Daerah FIFA Lunasi Utang ke Yordania, Tapi Sikap Tegas Terhadap Infantino Tak Berubah

FIFA Lunasi Utang ke Yordania, Tapi Sikap Tegas Terhadap Infantino Tak Berubah

Sumbawanews.com,- FIFA akhirnya melunasi utang kepada Asosiasi Sepakbola Yordania pada pagi hari Jumat, 7 Agustus 2026, menyusul tekanan publik dari Ketua Federasi Yordania, Pangeran Ali bin Al Hussein. Pembayaran tersebut terkait kompensasi atas keberhasilan Timnas Yordania mencapai final Piala Arab FIFA 2025 pada Desember tahun lalu—dana yang seharusnya sudah diterima delapan bulan sebelumnya. Dalam unggahan resminya di platform X, Ali bin Al Hussein menyampaikan terima kasih atas penyerahan dana tersebut, tetapi menegaskan bahwa ini tidak mengubah kekecewaan mendalam terhadap tata kelola FIFA.

Ali, yang pernah mencalonkan diri melawan Gianni Infantino dalam pemilihan presiden FIFA 2016, tetap menolak mendukung Infantino dalam pemilihan berikutnya pada Maret 2027. Ia menilai pembayaran ini sebagai langkah teknis yang tidak menyelesaikan akar masalah: sistem yang menurutnya eksploitatif terhadap asosiasi kecil. Sebelumnya, ia mengungkap sejumlah keluhan, termasuk penolakan tiket suporter Yordania yang sudah memiliki visa untuk Piala Dunia 2026, pajak bermain di Amerika Serikat, dan keterlambatan pembayaran untuk partisipasi di turnamen regional.

Pernyataan ini tidak hanya mewakili posisi Yordania, tetapi juga mencerminkan kecemasan lebih luas di dunia sepak bola. Beberapa asosiasi nasional, termasuk Inggris dan Swedia, juga menyatakan ketidakpercayaan mereka terhadap kepemimpinan Infantino. Meski dana telah cair, Ali menegaskan: “Ini bukan tanda bahwa kami melupakan apa yang telah kami alami. Kami tidak akan memilihnya—dan kami tidak akan diam.”

Sikap tegas ini menunjukkan bahwa di balik transaksi keuangan, ada perjuangan lebih besar: mempertahankan integritas dan keadilan dalam tata kelola sepak bola global.

Previous articleMaarten Paes Kembali Andal, Timnas Indonesia Siap Hadapi Singapura
Next articleIlhan Fandi Siap Lawan Indonesia, Motivasi di Balik Rivalitas Sengit