Sumbawanews.com,- Ilhan Fandi mencetak gol kemenangan Timnas Singapura atas Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Nasional, Phnom Penh, Jumat, 25 Juli 2026. Pemain berusia 23 tahun itu menegaskan komitmennya untuk meneruskan warisan sang ayah, legenda sepak bola Singapura Fandi Ahmad, yang memiliki darah dari Pacitan, Jawa Timur. Dengan tiga putra yang semua menekuni karier profesional, keluarga Fandi menjadi simbol tradisi sepak bola yang terus berlanjut. Ilhan, yang konsisten jadi andalan tim nasional dalam beberapa musim terakhir, mengatakan nilai-nilai disiplin, dedikasi, tekad, dan pengorbanan yang diajarkan ayahnya menjadi fondasi utama dalam hidupnya, baik sebagai pemain maupun pribadi.
Dalam wawancara dengan ASEAN United FC, Ilhan menggambarkan suasana rumah yang jauh dari tekanan. “Sejujurnya, di rumah, Ayah tidak terlalu banyak bicara soal sepak bola karena beliau hanya ingin kami menikmati permainannya,” ujarnya. Meski tak sering memberi instruksi teknis, Fandi Ahmad menjadi panutan yang kuat, dan Ilhan serta saudara-saudaranya belajar dari contoh nyata yang diberikan. “Tumbuh besar dalam lingkungan seperti itu sungguh menyenangkan, dan tidak pernah ada tekanan sama sekali,” tambahnya.
Empat prinsip utama yang dipegang teguh Fandi Ahmad—disiplin, dedikasi, tekad, dan pengorbanan—telah menjadi pedoman hidup Ilhan sejak kecil. “Nilai-nilai itu tidak hanya penting dalam sepak bola, tetapi juga dalam kehidupan. Prinsip-prinsip itulah yang membentuk diri saya menjadi pribadi dan pemain seperti sekarang ini,” ujar Ilhan. Ia menekankan bahwa setiap langkahnya di lapangan adalah bentuk penghormatan kepada keluarga dan akar budayanya yang menghubungkan Singapura dengan Pacitan.
Golnya di Phnom Penh bukan sekadar momen penting dalam turnamen, tapi juga simbol kelanjutan sebuah warisan yang dibangun dengan keteguhan hati, bukan sekadar bakat. Dengan performa konsisten dan mentalitas kuat, Ilhan Fandi kini menjadi wajah baru kebanggaan sepak bola Singapura—yang akar-akarnya berakar jauh di tanah Jawa.















